Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 28 Orang, Saksi Sebut Tak Ada Jalan Keluar
- Kebakaran hebat melanda bar Rong Beer Na Lat Phrao di distrik Chatuchak, Bangkok, menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai puluhan lainnya.
- Tiga personel band indie Thailand "Thotsakan" dikonfirmasi turut menjadi korban tewas akibat luka bakar serius setelah api berkobar dari atas panggung.
- Investigasi awal menyoroti dekorasi langit-langit yang mudah terbakar dan adanya dugaan hambatan pada pintu keluar darurat bar tersebut.
Tragedi memilukan melanda industri hiburan malam di Bangkok, Thailand, setelah kebakaran hebat menghanguskan sebuah bar populer bernama Rong Beer Na Lat Phrao pada Minggu malam. Otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya 28 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat terjebak di dalam bangunan yang minim akses penyelamatan tersebut. Kobaran api dilaporkan menyebar dengan sangat cepat saat bar di distrik Chatuchak itu sedang dipadati pengunjung.
Peristiwa mengerikan ini bermula ketika band indie lokal, Thotsakan, sedang tampil di atas panggung. Manajer band, Ice Athipat Wijarn, melihat kepulan asap mulai muncul dari belakang posisi keyboardist sebelum akhirnya api berkobar hebat. "Everybody was running, squeezing into each other," ujar Ice saat menceritakan kepanikan luar biasa di dalam ruangan yang pekat oleh asap, sebelum sebuah ledakan melemparkannya ke luar gedung.
Nahas, tiga personel band Thotsakan, yakni Kwang (keyboardist), Breeze (penyanyi wanita), dan Bew (drummer), dilaporkan tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar yang parah. Sementara sang vokalis utama, Tik Chaichana, selamat dari maut karena sedang berada di toilet sesaat sebelum api menjalar. Melalui media sosialnya, Tik mengungkapkan rasa syok yang mendalam atas hilangnya rekan-rekan satu bandnya dalam insiden tersebut.
Sejumlah saksi mata menggambarkan kondisi interior bar yang gelap dan mirip labirin sebagai faktor utama yang menyulitkan proses evakuasi. Warga setempat yang pernah mengunjungi tempat tersebut menyatakan bahwa jalur penyelamatan sama sekali tidak jelas dan langit-langit gedung dibuat terlalu rendah. Sebanyak 71 orang dilaporkan terluka dengan 25 di antaranya kini berada dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat.
Gubernur Bangkok, Chatchart Sittipunt, menyatakan bahwa dekorasi di langit-langit bar yang menggunakan bahan mudah terbakar diduga kuat menjadi pemicu cepatnya penyebaran api. Selain itu, petugas juga menemukan beberapa korban dalam kondisi pingsan di dekat pintu darurat, yang mengindikasikan adanya sumbatan atau hambatan pada jalur evakuasi. Pemerintah kini didesak untuk memperketat standar keselamatan kebakaran pada seluruh tempat hiburan malam di Thailand.