Heboh Penyanyi Thailand Diduga Jiplak Konsep Promosi Solo Yeonjun TXT
- Penyanyi asal Thailand bernama Jung menuai kritik tajam setelah diduga meniru konsep promosi solo milik anggota TXT, Yeonjun.
- Tudingan kemiripan konsep yang sangat nyata memicu reaksi keras dari netizen dan penggemar K-Pop di berbagai media sosial.
- Setelah gelombang kritik berdatangan, Jung mengunggah pernyataan resmi serta permohonan maaf dan mencabut konten bermasalah tersebut.
Dunia hiburan K-Pop kembali dihebohkan dengan isu dugaan penjiplakan karya yang melibatkan idola kenamaan Korea Selatan. Kali ini, penyanyi populer asal Thailand bernama Jung menjadi sorotan tajam netizen setelah dituduh meniru konsep promosi solo milik anggota boyband TXT, Yeonjun. Kemiripan yang dinilai sangat mencolok tersebut memicu kemarahan publik, khususnya para penggemar agensi HYBE.
Sejumlah netizen menyoroti berbagai elemen visual dan gaya promosi yang disajikan oleh penyanyi asal Negeri Gajah Putih tersebut. Perbedaan kualitas yang terlihat cukup jauh justru membuat tuduhan kemiripan itu semakin santer dibicarakan di jagat maya. Beberapa warganet bahkan menyindir bahwa hasil karya penyanyi Thailand tersebut terlihat seperti versi parodi dari konsep asli Yeonjun.
Menanggapi riak kontroversi yang kian membesar, Jung akhirnya merilis pernyataan tertulis melalui media sosial resminya untuk meluruskan situasi. "Halo semuanya, ini Jung. Saya merasa belum menjelaskan semuanya dengan cukup jelas di sesi IG LIVE sebelumnya, jadi saya menulis pernyataan ini untuk memberikan klarifikasi," tulisnya melalui akun media sosial pribadinya. Ia menambahkan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas permasalahan yang telah membuat kegaduhan tersebut.
Dalam permohonan maafnya, sang penyanyi menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati seluruh karya pekerja seni di industri musik, baik yang tampil di atas panggung maupun di balik layar. Langkah cepat ini diambil guna meredakan gelombang kritik pedas yang terus berdatangan dari komunitas netizen Korea dan internasional. Pihaknya juga dikabarkan langsung menarik dan menghapus konten promosi yang dinilai bermasalah tersebut dari seluruh platform digital.
Reaksi beragam pun membanjiri kolom komentar berbagai forum komunitas daring setelah permohonan maaf itu diunggah. Sebagian netizen merasa miris dengan insiden penjiplakan yang terkesan tanpa rasa canggung ini, sementara yang lain menyoroti kontrasnya kualitas produksi antara kedua belah pihak. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya orisinalitas karya dalam industri hiburan global yang semakin terkoneksi.