Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal Balistik Usai Kesepakatan Drone Ukraina dan Uni Eropa
- Ibu kota Ukraina, Kyiv, digempur serangan rudal balistik masif oleh Rusia yang mengakibatkan dua orang tewas dan enam lainnya luka-luka.
- Serangan udara ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan kesepakatan produksi drone bersama di Kyiv.
- Rusia juga melancarkan serangan siang hari yang menyasar fasilitas industri dan kesehatan di kota pelabuhan Odesa serta wilayah Sumy.
Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menghadapi serangan udara hebat setelah gelombang rudal balistik Rusia menghujani berbagai distrik pada Kamis waktu setempat. Gempuran masif tersebut memicu serangkaian ledakan dahsyat di penjuru kota dan menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur penting warga sipil.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi melalui saluran Telegram resminya bahwa serangan brutal ini telah menewaskan sedikitnya dua orang. Selain korban jiwa, enam warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat hantaman proyektil dan reruntuhan bangunan, termasuk seorang remaja laki-laki yang masih berusia 16 tahun.
Tim medis langsung bergerak cepat dan melarikan tiga korban luka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat dikerahkan penuh guna memadamkan kobaran api yang melahap sebuah gudang di distrik Sviatoshynskyi serta bangunan non-residensial di distrik Darnytskyi.
Serangan mematikan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengunjungi Kyiv. Dalam kunjungan tersebut, von der Leyen mengumumkan kesepakatan baru terkait pasokan dan produksi drone antara Ukraina dan Uni Eropa yang bertujuan menyatukan keahlian tempur Kyiv dengan kapasitas industri Eropa.
"Kita harus menyatukan kekuatan kita. Kesepakatan ini akan mempertemukan kecerdasan taktis Ukraina dengan skala industri yang dimiliki Eropa," ujar von der Leyen saat berbicara dalam upacara peringatan Hari Jati Diri Bangsa Ukraina di Kyiv. Ia juga menambahkan bahwa Uni Eropa menawarkan kapasitas teknologi yang masif serta lokasi produksi yang aman untuk mendukung inisiatif tersebut.
Konflik bersenjata yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun ini terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan dengan meningkatnya korban dari kalangan warga sipil. Selain menyasar Kyiv, serangan udara Rusia pada hari yang sama juga dilaporkan menyasar pabrik industri dan fasilitas kesehatan di kota pelabuhan Odesa serta wilayah utara Sumy.