Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Prancis
  • Selat Hormuz
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Surabaya Yogyakarta Prancis Selat Hormuz

Lebih dari 500 Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas Usai Dua Kapal Karam di Teluk Benggala

Fuji Arisandro • 16 Juli 2026, 14:45 • Internasional
  • Lebih dari 500 pengungsi Rohingya dikhawatirkan tewas setelah dua kapal yang mereka tumpangi karam di Teluk Benggala.
  • Kedua kapal tersebut dilaporkan berangkat dari negara bagian Rakhine, Myanmar, pada akhir Juni lalu.
  • UNHCR dan IOM mendesak komunitas internasional untuk memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan demi mencegah korban jiwa lebih lanjut.

Sebanyak lebih dari 500 pengungsi etnis Rohingya dikhawatirkan tewas setelah dua kapal yang mereka tumpangi dilaporkan karam di kawasan perairan Teluk Benggala. Dua kapal kayu yang mengangkut ratusan migran tersebut diketahui berangkat dari wilayah konflik di Myanmar barat menuju rute pelayaran internasional. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) bersama Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyampaikan kekhawatiran mendalam atas potensi bencana kemanusiaan yang sangat besar ini.

Berdasarkan laporan awal, kedua kapal tersebut meninggalkan wilayah Rakhine, Myanmar, pada akhir Juni lalu dengan mengangkut mayoritas warga Rohingya. Beberapa penumpang di antaranya diketahui sengaja melakukan perjalanan berbahaya dari kamp pengungsian padat di perbatasan Bangladesh. Kapal pertama yang membawa sekitar 250 orang dilaporkan hilang kontak tidak lama setelah lepas landas, sementara kapal kedua yang mengangkut 280 orang diyakini tenggelam di lepas pantai Ayeyarwady, Myanmar pada 8 Juli lalu.

Pihak otoritas terkait saat ini masih terus menyelidiki kebenaran dari laporan kecelakaan laut tragis tersebut. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Myanmar, Brigadir Jenderal Polisi Soe Lin Aung, menolak memberikan komentar terkait insiden kapal karam ini. Begitu pula dengan juru bicara kepresidenan dan pemerintah daerah Ayeyarwady yang tidak memberikan respons saat dimintai keterangan oleh media setempat.

Penyeberangan laut di musim monsun seperti sekarang sebenarnya sangat dihindari oleh para pengungsi Rohingya karena cuaca buruk dan badai ekstrem. UNHCR dan IOM menyoroti bahwa curah hujan yang tinggi dan banjir bandang di kawasan tersebut membuat pelayaran menjadi jauh lebih berbahaya dari biasanya. Keadaan kamp pengungsian di Bangladesh yang semakin memburuk akibat pemangkasan bantuan internasional dituding menjadi pemicu utama nekatnya para migran ini melaut demi mencari penghidupan baru di Malaysia.

Hingga saat ini, sekitar 1,2 juta warga Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan masih terjebak di kamp pengungsian Bangladesh tanpa kepastian masa depan. Pihak IOM dan UNHCR menegaskan bahwa tragedi ini menyoroti minimnya solusi jangka panjang bagi etnis minoritas tersebut. "Upaya regional dan internasional yang lebih kuat sangat dibutuhkan untuk mencegah hilangnya nyawa di salah satu rute laut paling mematikan di dunia ini," tulis lembaga tersebut dalam pernyataan resminya.

Tags: Rohingya Myanmar Bangladesh Unhcr Teluk Benggala
Sumber: Yahoo News

Artikel Lainnya

Bebas Visa Kunjungan Warga Kazakhstan ke Indonesia Resmi Berlaku 15 Jul 2026, 19:16
Festival Latin Terbesar Kanada Mencekam, Penembakan Massal di Toronto Tewaskan 2 Orang 15 Jul 2026, 03:03
Todd Blanche Diprediksi Mulus Jadi Jaksa Agung AS, Didukung Kubu Republik 15 Jul 2026, 12:12
Taliban Gelar Pertemuan Rahasia dengan Uni Eropa di Brussels Bahas Deportasi 15 Jul 2026, 06:03

Terbaru

Laba Industri Asuransi Cile Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I 2026 16 Jul 2026, 17:44
Prosedur Ketat SPBU Kolombia, Kapan Boleh Beroperasi Lagi Usai Gempa Bumi? 16 Jul 2026, 17:40
Ikut Tren Dance Challenge ATEEZ, Sandara Park Eks 2NE1 Malah Ramai Dikritik Netizen 16 Jul 2026, 17:13
Hubungan Memanas, Iran Sebut Perjanjian Damai Batal Usai Serangan Brutal AS 16 Jul 2026, 17:09
Bursa Transfer Musim Panas 2026, London City Lionesses Gaet Bintang Dunia 16 Jul 2026, 17:09
Arthur THE KINGDOM Minta Maaf Usai Skandal Hubungan dengan Sugar Mommy Terbongkar 16 Jul 2026, 17:06
Kolombia Dorong Percepatan Transisi Energi Menuju Bebas Bahan Bakar Fosil 16 Jul 2026, 15:36

Kategori

Nasional 95 artikel
Internasional 89 artikel
Ekonomi 84 artikel
Olahraga 78 artikel
Hukum 38 artikel
Entertainment 34 artikel
Bisnis 32 artikel
Budaya 22 artikel
Lingkungan 20 artikel
Teknologi 12 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Surabaya Yogyakarta Prancis Selat Hormuz
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.