Ketegangan Meningkat, Serangan Udara Pakistan di Afghanistan Tewaskan 36 Warga Sipil
- Militer Pakistan meluncurkan serangan udara dan operasi darat di tiga provinsi Afghanistan yang menewaskan sedikitnya 36 warga sipil.
- Pemerintah Taliban mengecam keras aksi tersebut sebagai tindakan agresi yang kejam dan bersiap melakukan aksi balasan hukum.
- Pakistan berdalih serangan dilakukan untuk menargetkan basis kelompok militan penyusup setelah insiden berdarah di Karachi.
Hubungan diplomatik antara dua negara bertetangga di Asia Selatan kembali membara setelah pasukan militer Pakistan menggelar operasi darat dan serangan udara besar-besaran di wilayah Afghanistan. Berdasarkan laporan resmi otoritas setempat, gempuran udara yang berlangsung semalam itu menewaskan sedikitnya 36 warga sipil serta menyebabkan lebih dari 160 orang lainnya mengalami luka-luka. Ketegangan ini diperkirakan akan terus meruncing menyusul ancaman balasan yang dilayangkan oleh pihak Afghanistan.
Pemerintah Pakistan berdalih bahwa operasi militer tersebut merupakan respons langsung terhadap gelombang serangan militan lintas batas yang kerap mengguncang keamanan dalam negeri mereka. Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengonfirmasi bahwa pasukan keamanan awalnya melakukan operasi darat di sepanjang garis perbatasan yang kemudian disusul oleh serangan udara taktis ke sejumlah titik persembunyian. Pihak Islamabad mengklaim operasi ini berhasil melumpuhkan sekitar 29 pejuang dari kelompok militan.
Di sisi lain, pemerintah Taliban di Afghanistan mengecam keras operasi sepihak tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang pengecut dan brutal. Deputi Menteri Publikasi pada Kementerian Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Hayatullah Mohajer Farahi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam atas jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil. "Afghanistan pasti akan memberikan respons yang setimpal pada waktu yang tepat," ujar Farahi dalam pernyataan resminya.
Dampak fatal dari serangan ini dilaporkan terjadi di Distrik Chamkani, Provinsi Paktia, di mana sebuah rumah warga hancur dihantam proyektil. Deputi Juru Bicara Pemerintah Taliban, Hamdullah Fitrat, menjelaskan bahwa sebuah serangan awal menewaskan seorang pria lanjut usia dan seorang anak kecil. Tragisnya, ketika ratusan warga desa berkumpul untuk mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, wilayah tersebut kembali dihantam serangan udara gelombang kedua yang menewaskan 28 penduduk desa seketika.
Selain di Paktia, kehancuran juga dilaporkan terjadi di Provinsi Paktika dan Kunar, yang sebagian besar korbannya merupakan kelompok rentan seperti wanita dan anak-anak. Menanggapi eskalasi yang kian tidak terkendali ini, kementerian luar negeri dari kedua belah pihak langsung memanggil duta besar masing-masing sebagai bentuk protes diplomatik yang keras. Konflik ini memperpanjang catatan kelam perseteruan kedua negara setelah beberapa putaran negosiasi perdamaian yang dimediasi oleh China sebelumnya selalu berujung pada jalan buntu.