Dilema PM Inggris Andy Burnham, Proyek Minyak Selat Utara dan Tekanan Trump
- Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menghadapi tekanan besar terkait rencana izin pengeboran di ladang minyak dan gas Rosebank di Laut Utara.
- Proyek minyak terbesar yang belum dieksploitasi ini mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump namun ditolak keras oleh aktivis lingkungan.
- Keterlibatan perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Israel memicu gelombang protes serta desakan perlindungan ekosistem laut Shetland.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham kini menghadapi ujian politik dan lingkungan terbesar di awal masa jabatannya terkait masa depan ladang minyak Rosebank di Laut Utara. Ladang minyak dan gas terbesar yang belum tersentuh di Inggris tersebut menjadi pusaran kontroversi antara ambisi ketahanan energi dan komitmen krisis iklim global. Spekulasi mengenai potensi persetujuan eksplorasi ini bahkan langsung memicu respons positif dari Presiden Serikat Amerika Donald Trump yang dikenal sangat mendukung industri bahan bakar fosil.
Di sisi lain, penolakan keras terus mengalir dari warga lokal dan kelompok aktivis lingkungan seperti gerakan "Shetland Stop Rosebank" yang berada tak jauh dari lokasi proyek. Warga mengkhawatirkan dampak buruk pembakaran fosil terhadap stabilitas iklim serta kerusakan ekosistem laut langka di kawasan Shetland. "Saya memiliki tiga orang anak dan saya ingin mereka memiliki iklim yang stabil serta akses air bersih dan makanan yang cukup," ujar aktivis lokal Andrea Sanchez Quiroz.
Selain isu lingkungan, proyek yang dipimpin oleh perusahaan energi Norwegia Equinor bersama konsorsium Adura ini juga memicu kontroversi geopolitik. Perusahaan Ithaca Energy yang memegang 20 persen saham proyek diketahui merupakan anak perusahaan konglomerat Delek Group asal Israel. Keterlibatan entitas yang masuk dalam daftar hitam PBB tersebut membuat berbagai kelompok hak asasi manusia mendesak Pemerintah Inggris untuk membatalkan kerja sama demi mematuhi hukum internasional.
Para pakar energi menilai klaim bahwa eksplorasi Rosebank akan memperkuat ketahanan energi domestik Inggris adalah hal yang keliru. Sebagian besar minyak mentah yang dihasilkan dari Laut Utara dipastikan akan diekspor ke pasar global dan tidak secara langsung menurunkan harga energi bagi warga Inggris. Analis menegaskan bahwa Inggris tidak akan pernah bisa sepenuhnya mandiri secara energi hanya dengan mengandalkan sisa cadangan minyak yang terus menyusut.
Keputusan akhir kini berada di tangan Sekretaris Energi Inggris Miatta Fahnbulleh setelah masa konsultasi publik berakhir pada pertengahan Agustus mendatang. Pemerintah Inggris kini berada di persimpangan jalan antara beralih penuh ke energi terbarukan atau melanjutkan proyek fosil yang berisiko merusak citra komitmen iklim negara tersebut di mata dunia.