Aktivis Kondang Kuba Akhirnya Bebas, Langsung Terbang dan Tiba di Miami
- Aktivis dan seniman pembangkang terkemuka Kuba, Luis Manuel Otero Alcantara, telah dibebaskan dari tahanan dan tiba di Miami, Amerika Serikat.
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengecam rezim komunis Kuba yang memenjarakan Alcantara secara tidak adil karena takut akan kebenaran.
- Alcantara merupakan tahanan politik paling menonjol sejak protes besar tahun 2021 dan memilih opsi pengasingan agar bisa terus berkarya.
Aktivis sekaligus seniman pertunjukan terkemuka asal Kuba, Luis Manuel Otero Alcantara, akhirnya menghirup udara bebas setelah sekian lama mendekam di penjara. Alcantara dilaporkan telah mendarat dengan selamat di Miami, Amerika Serikat, pada hari Sabtu waktu setempat. Kabar kebebasan sosok pembangkang yang paling ditakuti oleh rezim komunis Kuba ini langsung dikonfirmasi oleh para pendukungnya serta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.
Melalui unggahan foto di laman Facebook resminya, Alcantara tampak tersenyum tipis sembari memegang paspor Kuba miliknya di dalam pesawat dari Havana menuju Miami. Kebebasan ini sekaligus menandai akhir dari masa penahanan sewenang-wenang yang menimpanya akibat vokal mengkritik pemerintah. "Kini Luis Manuel telah bebas," tulis para pendukungnya dalam sebuah pernyataan emosional yang menyambut kedatangan sang seniman di tanah pelarian.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, turut memberikan kecaman keras terhadap pemerintah Kuba atas perlakuan tidak adil yang diterima Alcantara selama ini. Menurut Rubio, penahanan tersebut membuktikan ketakutan mendalam dari rezim komunis terhadap masyarakat yang berani menyuarakan kebenaran. "Karena berani membayangkan Kuba yang merdeka, dia dilecehkan, ditahan, dan dipenjarakan berkali-kali, namun hari ini dia berada di pengasingan," tegas Rubio.
Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat sebelumnya juga mengungkapkan bahwa mereka terus melakukan tekanan diplomatik agar pemerintah Kuba bersedia melepas Alcantara. Sementara itu, kelompok hak asasi manusia internasional melabeli Alcantara sebagai salah satu tahanan politik paling profil tinggi di pulau tersebut sejak protes massal meletus pada 11 Juli 2021. Pemerintah Kuba sendiri memilih untuk bungkam dan belum memberikan komentar resmi terkait pembebasan ini.
Sebelum dijebloskan ke penjara, Alcantara bersama Gerakan San Isidro aktif memanfaatkan media sosial guna mendokumentasikan kampanye melawan sensor ketat pemerintah. Seniman peraih penghargaan Grammy melalui lagu provokatif "Patria y Vida" ini terpaksa menerima opsi pengasingan ke Amerika Serikat sebagai satu-satunya jalan keluar. "Keamanan Negara tidak memberikan pilihan lain baginya untuk keluar dari penjara selain menerima pengasingan ini," tutup perwakilan pendukung Alcantara.