Indonesia mengalami penurunan delapan posisi ke peringkat 48 dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026. Sementara itu, Singapura berhasil merebut kembali posisi pertama dunia.
Peringkat daya saing global Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam laporan terbaru IMD World Competitiveness Ranking 2026. Indonesia kini berada di peringkat ke-48 dari total 70 negara dan ekonomi yang dievaluasi.
Penurunan sebanyak delapan posisi dari tahun sebelumnya ini mencerminkan berbagai tantangan struktural yang dihadapi perekonomian nasional. Di sisi lain, Singapura sukses merebut posisi teratas dunia mengungguli berbagai negara maju lainnya.
Laporan dari lembaga riset internasional tersebut menilai efisiensi bisnis, kinerja ekonomi, infrastruktur, dan efisiensi pemerintah dari setiap negara peserta. Penilaian ini berfokus pada seberapa efektif sebuah negara menciptakan kondisi kondusif bagi dunia usaha.
Meskipun memiliki pasar domestik yang besar, Indonesia masih menghadapi sejumlah hambatan mendasar yang memengaruhi posisi daya saingnya di kancah global.
Bagaimana Daya Saing Negara Diukur dan Dominasi Global
Kerangka penilaian IMD mencakup 341 kriteria yang dikelompokkan ke dalam 20 subfaktor dan empat pilar utama. Pilar tersebut meliputi kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, serta infrastruktur penunjang.
Data kuantitatif menyumbang sekitar dua pertiga dari nilai akhir, sementara sepertiganya berasal dari survei opini langsung para eksekutif bisnis di berbagai belahan dunia. Ukuran ekonomi yang besar tidak selalu menjamin tingkat daya saing yang tinggi.
Singapura menempati posisi pertama dengan skor normalisasi 100, unggul atas Hong Kong dan Swiss. Keberhasilan Singapura didorong oleh efisiensi bisnis yang menempati peringkat pertama pada tahun 2026 ini.
Wilayah Eropa dan Asia secara keseluruhan mendominasi sembilan dari sepuluh posisi teratas berkat kombinasi bisnis yang produktif, infrastruktur maju, serta institusi yang sangat dapat diprediksi.
Read Also
Lampaui Ekspektasi Analis, Penyaluran Kredit BRI Tumbuh di Atas Target pada Semester I-2026
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit...
Sejarah 50 State Quarters Program Program Koin Peringatan AS
50 State Quarters Program adalah seri koin seperempat dolar peringatan yang...
Sejarah Mata Uang Cadangan Devisa Global dan Perkembangannya
Mata uang cadangan adalah mata uang asing yang disimpan oleh pemerintah dan...
Raja Gula Dunia Asal Indonesia yang Kerajaan Bisnisnya Runtuh dalam Semalam
Oei Tiong Ham Concern (OTHC) adalah konglomerasi gula asal Semarang yang...
Tantangan Utama dan Faktor Kelemahan Ekonomi Indonesia
Dalam profil Indonesia, IMD menyoroti lima tantangan utama yang menghambat kemajuan daya saing nasional. Tantangan tersebut meliputi ancaman konflik ekonomi global terhadap keamanan energi dan pertumbuhan yang relatif stagnan.
Selain itu, masalah realokasi anggaran pemerintah, infrastruktur serta kompetensi sumber daya manusia yang belum memadai, dan keterbatasan sumber pembiayaan turut memperburuk situasi.
Indikator pendukung menunjukkan kelemahan Indonesia pada sektor institusi, produktivitas, praktik manajemen, hingga kualitas pendidikan. Posisi pada aspek kesehatan dan lingkungan juga masih tertinggal di peringkat ke-65.
Peningkatan daya saing nasional menuntut perbaikan menyeluruh pada kualitas institusi, produktivitas tenaga kerja, infrastruktur, serta kepastian regulasi untuk menarik investasi jangka panjang.