Sumbawa Siapkan Akses Jalan dan Sumur Bor demi Percepatan Sekolah Rakyat
- Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengalokasikan dana APBD untuk membangun akses jalan dan sumur bor guna menyokong proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Labuhan Badas.
- Dinas PUPR Sumbawa menyiapkan suplai air bersih ganda melalui sumur bor dan perluasan pipa PDAM sepanjang 400 meter demi kelancaran fase pra-konstruksi.
- Proyek infrastruktur dasar ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 agar proses konstruksi utama Sekolah Rakyat siap dieksekusi tanpa kendala mulai tahun 2027.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mulai bergerak cepat menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung demi memperlancar proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), jajaran pemerintah daerah setempat secara khusus mengalokasikan anggaran untuk membuka akses jalan baru menuju lokasi proyek serta membangun satu unit sumur bor. Langkah taktis ini diambil guna menjamin pasokan air bersih yang melimpah dan aksesibilitas yang baik sebelum proyek konstruksi berskala besar tersebut resmi dimulai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Much. Sofyan, S.T., mengungkapkan bahwa penyediaan fasilitas penunjang tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat. Adapun proyek lembaga pendidikan yang sangat dinanti masyarakat itu nantinya berlokasi di wilayah Kecamatan Labuhan Badas. Sofyan menyebutkan bahwa akses transportasi yang memadai dan ketersediaan air bersih merupakan dua kebutuhan dasar vital yang wajib terpenuhi sebelum proses peletakan batu pertama dilakukan.
'Untuk infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat sudah dialokasikan melalui APBD, yakni pembangunan akses jalan menuju lokasi dan satu titik sumur bor untuk penyediaan air bersih,' ujar Much. Sofyan dalam keterangan resminya pada Rabu, 15 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa pihak dinas juga berupaya agar pengerjaan fisik untuk jalur darat ini tidak menemui hambatan teknis yang berarti di lapangan.
Terkait pasokan air bersih, pihak Dinas PUPR merancang skema penyediaan dari dua sumber yang berbeda untuk menjaga stabilitas suplai. Selain memanfaatkan sumur bor yang sedang digarap, pemerintah daerah juga akan mengalirkan pasokan air bersih dari jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Saat ini, jaringan pipa transmisi PDAM terdekat berada di kawasan Simpang Kompi Senapan, Desa Karang Dima, sehingga dibutuhkan penyambungan pipa tambahan sepanjang 400 meter lebih menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
'Pendekatan penyediaan air bersih ada dua sumber. Dari PDAM dan sumur bor. Karena jaringan PDAM saat ini berakhir di Simpang Kompi Senapan, maka diperlukan tambahan jaringan sekitar 400 meter lebih menuju lokasi Sekolah Rakyat,' papar Sofyan secara terperinci. Dengan kapasitas gabungan yang diproyeksikan mencapai sekitar 3 hingga 5 liter per detik, suplai air dinilai sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan operasional selama tahap pra-konstruksi berlangsung.
Dalam jangka panjang, pemerintah daerah bahkan telah membuka komunikasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna menjaga ketersediaan air baku saat sekolah tersebut telah beroperasi penuh. Kebutuhan operasional jangka panjang diestimasi mencapai 10 liter per detik, namun Sofyan mengaku sangat optimistis karena lokasi proyek berada di atas cekungan air tanah yang kaya potensi. Untuk menyukseskan program ini, Pemkab Sumbawa mengusulkan dana sekitar Rp400 juta untuk sumur bor dan anggaran lebih dari Rp700 juta guna membangun akses jalan penghubung.