Setengah Pekerja di Chile Hanya Kantongi Gaji Rp 11 Juta per Bulan
- Survei Pendapatan Tambahan (ESI) dari INE Chile tahun 2025 menunjukkan upah median pekerja setempat berada di angka 680 ribu peso Chile (sekitar Rp 11,3 juta) per bulan.
- Terdapat kesenjangan gender yang signifikan di mana pendapatan rata-rata pekerja perempuan 21,7 persen lebih rendah dibandingkan pekerja laki-laki.
- Menteri Ekonomi dan Pertambangan Chile Daniel Mas menegaskan bahwa peningkatan upah riil masyarakat hanya bisa dicapai melalui akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Setengah dari populasi pekerja di Chile hanya mengantongi pendapatan bersih bulanan sebesar 680.000 peso Chile atau setara dengan Rp 11,3 juta (asumsi kurs Rp 16,7 per peso Chile) sepanjang tahun 2025. Data tersebut diungkap dalam Survei Pendapatan Tambahan (ESI) terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Chile atau Instituto Nacional de Estadísticas (INE). Laporan ini memperlihatkan potret riil ketimpangan pendapatan yang masih membayangi salah satu negara paling maju di kawasan Amerika Latin tersebut.
Meskipun pendapatan rata-rata pekerja di Chile tercatat menyentuh angka 962.945 peso Chile (sekitar Rp 16,1 juta) per bulan, mayoritas masyarakat belum menikmati angka tersebut. INE mencatat bahwa sebanyak 68,7 persen dari total tenaga kerja di negara itu menerima upah bulanan di bawah atau setara dengan nilai rata-rata nasional tersebut. Jarak yang lebar antara pendapatan rata-rata (mean) dan pendapatan tengah (median) ini mengindikasikan bahwa konsentrasi kekayaan atau upah tinggi masih berpusat pada kelompok kecil pekerja saja.
Merespons rilis data tersebut, Menteri Ekonomi dan Pertambangan Chile Daniel Mas menekankan pentingnya mendongkrak roda perekonomian demi menaikkan taraf hidup para pekerja. Ia menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas tinggi serta memulihkan iklim investasi yang sehat. 'Apa yang paling penting bagi kami untuk disampaikan kepada rakyat Chile adalah bahwa upah dan pekerjaan tersebut hanya dapat ditingkatkan melalui pertumbuhan ekonomi,' ujar Daniel Mas dalam keterangannya.
Laporan INE juga menggarisbawahi kesenjangan gender yang masih menganga lebar di pasar tenaga kerja Chile. Pekerja laki-laki tercatat memiliki pendapatan rata-rata sebesar 1.062.864 peso Chile dengan nilai median 701.985 peso Chile. Sementara itu, pekerja perempuan hanya mengantongi upah rata-rata sebesar 832.566 peso Chile dan median 600.253 peso Chile. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja perempuan di Chile menerima bayaran 21,7 persen lebih rendah dibandingkan rekan pria mereka.
Berdasarkan klasifikasi wilayah dan jenjang pendidikan, kesenjangan pendapatan juga terlihat sangat mencolok di seluruh wilayah Chile. Wilayah pertambangan Antofagasta mencatatkan pendapatan rata-rata tertinggi di negara tersebut dengan nilai mencapai 1.196.754 peso Chile, disusul oleh Wilayah Metropolitan Santiago di posisi kedua. Dari aspek pendidikan, lulusan pascasarjana menikmati pendapatan rata-rata tertinggi mencapai 2.650.573 peso Chile, berbanding terbalik dengan pekerja lulusan sekolah menengah yang rata-rata hanya menerima upah sebesar 666.194 peso Chile.