Kasus Factop, CMF Denda LarrainVial Asset Management Karena Lalai Kelola Dana
- Komisi Pasar Keuangan Cile (CMF) menjatuhkan denda sebesar 600 UF kepada manajer investasi ternama LarrainVial Asset Management.
- Sanksi tersebut diberikan karena perusahaan dinilai lalai dan tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola dana investasi terkait skandal Factop.
- Investigasi CMF mengungkap adanya kegagalan sistematis dalam kebijakan manajemen risiko dan penilaian kelayakan instrumen investasi oleh perusahaan.
Komisi Pasar Keuangan Cile (CMF) secara resmi menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar 600 UF (Unidad de Fomento) kepada manajer investasi LarrainVial Asset Management. Keputusan ini diambil setelah regulator menemukan adanya kelalaian serius dalam pemenuhan kewajiban pengawasan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan reksa dana LarrainVial Facturas. Kasus ini berkaitan erat dengan penempatan investasi pada portofolio keuangan milik Factop yang kini tengah tersangkut skandal besar.
Berdasarkan laporan resmi dari pihak regulator, LarrainVial Asset Management terbukti melanggar Pasal 17 dari Undang-Undang Pengelolaan Dana Tunggal. Perusahaan dinilai tidak melakukan uji tuntas atau evaluasi mendalam saat memilih Factop sebagai mitra investasi berbasis tagihan atau piutang. 'Pihak manajemen tidak mengerahkan upaya kehati-hatian yang diwajibkan oleh hukum dalam menilai risiko penempatan dana nasabah,' tulis perwakilan CMF dalam dokumen putusannya.
Selain masalah penempatan dana, CMF juga menemukan adanya pelanggaran terhadap Pasal 18 undang-undang yang sama. LarrainVial Asset Management diketahui sengaja atau lalai dalam menginformasikan penurunan nilai unit penyertaan kepada para investor dan pelaku pasar secara umum. Kerugian ini timbul akibat paparan tidak langsung portofolio mereka terhadap instrumen investasi bermasalah, FIP Facturas Nacionales.
Penyelidikan mendalam dari pihak berwenang menguak fakta bahwa LarrainVial Asset Management sama sekali tidak memiliki kebijakan formal untuk menyaring perusahaan anjak piutang (factoring) yang menjadi mitra operasional mereka. Tidak adanya analisis risiko ini melanggar Surat Edaran Nomor 1.869 yang menuntut setiap manajer investasi mengidentifikasi dan memitigasi bahaya dari model bisnis yang mereka jalankan. Kegagalan sistematis tersebut membuat dana nasabah menjadi sangat rentan terhadap potensi gagal bayar.
Melalui Keputusan Dewan Nomor 6.791, CMF menegaskan bahwa perusahaan tersebut tidak melakukan evaluasi berkala terhadap penurunan nilai aset pada FIP Facturas Nacionales. Kelalaian beruntun ini pada akhirnya memberikan dampak kerugian berantai bagi reksa dana LarrainVial Facturas, yang bertindak sebagai pemegang saham tunggal dalam portofolio tersebut. Kasus ini pun menjadi peringatan keras bagi industri pasar keuangan di Cile mengenai pentingnya transparansi dan manajemen risiko yang ketat.