Ekonomi Gelap di Cile Tembus USD 5,7 Miliar, Industri Tembakau dan Kasino Online Jadi Pemicu
- Aktivitas ekonomi ilegal di Cile dilaporkan berputar hingga mencapai lebih dari USD 5,7 miliar atau setara dengan 1,5 persen dari total PDB negara tersebut.
- Sektor penyelundupan tembakau ilegal dan operasional kasino online tak berizin menjadi penyumbang terbesar dalam ekosistem pasar gelap ini.
- Dampak buruk dari sistem ekonomi paralel ini memicu kerugian pajak negara hingga USD 1,5 miliar setiap tahunnya serta melemahkan iklim investasi formal.
Aktivitas ekonomi ilegal di Cile dilaporkan telah menembus angka fantastis sebesar USD 5,7 miliar atau sekitar Rp 91,2 triliun per tahun. Berdasarkan laporan komprehensif berjudul 'Por un Chile sin economia ilicita' yang dirilis oleh Konfederasi Produksi dan Perdagangan (CPC) Cile bersama puluhan asosiasi sektoral, nilai perputaran uang haram ini setara dengan 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional Cile. Jumlah ini bahkan tercatat melampaui total output perekonomian di beberapa wilayah penting di negara tersebut seperti Nuble dan Los Rios.
Bukan hanya merusak tatanan pasar, suburnya ekonomi bayangan ini juga memicu kerugian penerimaan pajak negara yang ditaksir mencapai USD 1,5 miliar setiap tahunnya. Sektor penyelundupan produk tembakau menjadi salah satu kontributor terbesar dengan nilai pasar gelap mencapai USD 617 juta, yang berimbas pada hilangnya potensi pajak hingga USD 1 miliar. Angka kerugian fiskal akibat rokok ilegal ini sangat masif karena setara dengan lebih dari separuh anggaran operasional kepolisian nasional Cile, Carabineros.
Selain tembakau yang mayoritas diselundupkan dari Paraguay melalui jalur darat utara, sektor kasino dan judi online ilegal juga tumbuh subur dengan nilai perputaran mencapai USD 625 juta. Bisnis taruhan virtual tanpa izin ini kini dilaporkan telah mengangkangi pendapatan akumulatif dari 25 kasino legal yang beroperasi resmi di Cile. Sektor-sektor lain seperti agroindustri, kosmetik, perikanan, farmasi, hingga industri otomotif juga tidak luput dari cengkeraman jaringan perdagangan ilegal terorganisasi ini.
Ketua Umum CPC Susana Jimenez memaparkan bahwa ekonomi gelap di Cile saat ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata sebagai isu sektoral semata, melainkan sudah menjelma menjadi ancaman struktural yang sangat serius bagi pembangunan nasional. 'Sistem ekonomi paralel ini dibangun, distrukturkan, dan dioperasikan oleh organisasi kriminal yang mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga pencucian uang. Ketika masyarakat mulai memaklumi bahwa kemakmuran bisa diraih dengan menabrak hukum, maka kerusakan yang terjadi akan jauh melampaui sekadar kerugian materiil di sektor ekonomi,' ujar Susana.
Laporan riset ini mengidentifikasi setidaknya lima celah utama yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan, di antaranya adalah kekosongan regulasi, lemahnya pengawasan negara, koordinasi intelijen yang buruk, serta minimnya sanksi hukum. Untuk meredam laju gurita ekonomi ilegal ini, CPC merekomendasikan 45 langkah strategis kepada pemerintah, termasuk pembentukan Unit Analisis Ekonomi Ilisit Nasional serta pembatasan transaksi tunai demi mempermudah pelacakan aliran dana mencurigakan.