Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Prancis
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Selat Hormuz
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Yogyakarta Surabaya Selat Hormuz

Kemenkumham NTB dan Pemkab Lobar Sinergi Daftarkan Indikasi Geografis Gerabah Banyumulek

Tim Redaksi • 16 Juli 2026, 05:24 • Ekonomi
  • Kanwil Kemenkumham NTB berkolaborasi dengan Pemkab Lombok Barat menggelar sosialisasi perlindungan hukum Indikasi Geografis (IG) untuk Gerabah Banyumulek.
  • Langkah ini bertujuan untuk menjaga orisinalitas, kualitas, serta meningkatkan nilai jual produk kerajinan tersebut di pasar global.
  • FMIPA Universitas Mataram turut dilibatkan sebagai tim ahli untuk menyusun Dokumen Deskripsi ilmiah terkait karakteristik khas gerabah tersebut.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkumham NTB) terus memperkuat pelindungan kekayaan intelektual lokal di wilayahnya. Melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, mereka bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) menggelar sosialisasi dan koordinasi Indikasi Geografis (IG) untuk produk kerajinan Gerabah Banyumulek di Desa Banyumulek, Lombok Barat. Upaya ini dilakukan guna mematenkan identitas geografis kerajinan tanah liat ikonik tersebut agar memiliki daya saing yang lebih kuat di kancah global.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda Sosialisasi Strategi Pemasaran Gerabah Berdaya Saing Global yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian, Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Barat yang menggandeng Universitas Mataram. Momentum tersebut dihadiri oleh jajaran Pemkab Lombok Barat, peneliti akademis, serta para pengrajin lokal yang tergabung dalam KIAT Gerabah Lombok. Edukasi mengenai pentingnya instrumen hukum ini menjadi materi utama demi membentengi produk khas agar tidak diklaim oleh daerah atau negara lain.

Dalam pemaparannya, Tim Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham NTB mengupas tuntas terkait konsep Indikasi Geografis, prosedur pendaftaran, hingga penyusunan Dokumen Deskripsi. Dokumen hukum ini nantinya menjadi bukti formal mengenai karakteristik unik yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan geografis setempat. "Pelindungan Indikasi Geografis merupakan langkah strategis untuk menjaga reputasi, karakteristik, dan kualitas Gerabah Banyumulek sebagai produk khas daerah. Dengan adanya pelindungan hukum, produk ini diharapkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan semakin mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," ujar perwakilan Tim Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham NTB di lokasi acara.

Gayung bersambut, Pemkab Lombok Barat menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal seluruh proses administrasi pengajuan hak komunal ini. Dukungan ilmiah juga diperkuat oleh Tim Pendamping dan Peneliti FMIPA Universitas Mataram yang siap turun tangan dalam menyusun kajian akademis produk. Tim akademisi akan membantu mengidentifikasi parameter sains dari struktur tanah dan metode pembakaran khas Banyumulek guna melengkapi berkas teknis permohonan ke tingkat pusat.

Di sisi lain, dialog interaktif bersama para perajin juga menyoroti tantangan krusial, terutama minimnya minat generasi muda untuk meneruskan keahlian tradisional ini. Menghadapi masalah regenerasi tersebut, muncul wacana pengembangan Desa Wisata Banyumulek yang mengedepankan konsep edukasi kerajinan gerabah terintegrasi. Program ini diyakini mampu menjadi magnet pariwisata baru yang mendongkrak ekonomi warga lokal sekaligus melestarikan warisan budaya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati, menekankan bahwa kerja sama lintas sektor ini adalah kunci utama keberhasilan pelindungan hukum aset daerah. Sinergi antara birokrasi, akademisi, dan masyarakat adat harus berjalan beriringan tanpa putus. "Perlu adanya kerja sama yang solid untuk mendorong pelindungan kekayaan intelektual komunal ini, tidak hanya demi menjaga warisan budaya leluhur kita tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah," pungkas Milawati.

Tags: Kementerian Hukum Lombok Barat Nusa Tenggara Barat Universitas Mataram
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

Polres Bima Kota Beri Penyuluhan Hukum bagi Siswa Baru SMAN 1 15 Jul 2026, 05:47
Puluhan Atlet Siap Berlaga, Cabor Judo Perdana Dipertandingkan di Porprov NTB 2026 16 Jul 2026, 05:29
Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Yogyakarta Sukses Serap 100 Persen Beras Petani 15 Jul 2026, 15:42
Pemprov NTB Dampingi Pemulihan Dua Santri Korban Dugaan Pembakaran di Ponpes 15 Jul 2026, 15:52

Terbaru

Laba Industri Asuransi Cile Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I 2026 16 Jul 2026, 17:44
Prosedur Ketat SPBU Kolombia, Kapan Boleh Beroperasi Lagi Usai Gempa Bumi? 16 Jul 2026, 17:40
Ikut Tren Dance Challenge ATEEZ, Sandara Park Eks 2NE1 Malah Ramai Dikritik Netizen 16 Jul 2026, 17:13
Hubungan Memanas, Iran Sebut Perjanjian Damai Batal Usai Serangan Brutal AS 16 Jul 2026, 17:09
Bursa Transfer Musim Panas 2026, London City Lionesses Gaet Bintang Dunia 16 Jul 2026, 17:09
Arthur THE KINGDOM Minta Maaf Usai Skandal Hubungan dengan Sugar Mommy Terbongkar 16 Jul 2026, 17:06
Kolombia Dorong Percepatan Transisi Energi Menuju Bebas Bahan Bakar Fosil 16 Jul 2026, 15:36

Kategori

Internasional 78 artikel
Nasional 76 artikel
Ekonomi 75 artikel
Olahraga 71 artikel
Hukum 31 artikel
Entertainment 28 artikel
Bisnis 26 artikel
Budaya 18 artikel
Lingkungan 16 artikel
Teknologi 11 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Yogyakarta Surabaya Selat Hormuz
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.