Bupati Gus Irawan Guyur Petani Tapsel Bantuan Alsintan, Ancam Sanksi Jika Dibiarkan Menganggur
- Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyerahkan puluhan unit bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementan dan APBD kepada kelompok tani setempat.
- Gus Irawan menginstruksikan Dinas Pertanian melakukan pendataan ketat terhadap bantuan alsintan dalam lima tahun terakhir untuk mencegah penyalahgunaan aset.
- Sektor pertanian menyumbang sekitar 45 persen terhadap PDRB Tapsel dan menjadi tumpuan hidup bagi mayoritas atau 75 persen penduduk di wilayah tersebut.
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu bergerak cepat mendorong produktivitas sektor agraria dengan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam skala besar kepada kelompok tani di wilayahnya pada Jumat, 17 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil guna memacu akselerasi mekanisasi pertanian demi mendongkrak ketahanan pangan daerah. Pemerintah daerah menegaskan bahwa bantuan alsintan ini merupakan aset negara bernilai tinggi yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.
"Tujuan utama bantuan ini adalah meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Karena itu, alsintan harus dimanfaatkan bersama, dirawat dengan baik, dan tidak dibiarkan menganggur setelah selesai digunakan oleh kelompok penerima," ucap Gus Irawan dengan tegas saat menyerahkan bantuan di UPT Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jalan Perintis Kemerdekaan, Padang Matinggi, Kota Padangsidimpuan.
Mantan Direktur Utama Bank Sumut tersebut juga memerintahkan jajaran dinas terkait untuk melakukan audit dan pendataan ketat terhadap seluruh bantuan mesin yang mengalir dalam lima tahun terakhir. Langkah preventif ini dinilai krusial agar tidak ada peralatan yang telantar atau bahkan dipindahtangankan secara ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab. Gus Irawan menyarankan agar alsintan ini dipinjamkan secara bergilir antarkelompok tani dengan biaya perawatan yang logis demi asas pemerataan manfaat.
Menurut analisis pemda, digitalisasi dan mekanisasi pertanian menjadi kunci utama dalam mengejar ketertinggalan hasil panen nasional dari negara-negara maju global. Gus Irawan mencontohkan bagaimana produktivitas jagung di negara maju sudah mampu menembus angka 10 hingga 12 ton per hektare, sementara rata-rata di tanah air saat ini masih tertahan di kisaran 5 sampai 6 ton per hektare. Sektor pertanian sendiri memegang peranan krusial karena menyumbang 45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tapsel, dengan 75 persen penduduk yang menggantungkan hidup di sektor ini.
Untuk membebaskan petani dari jerat rentenir yang kerap mencekik perekonomian desa, Bupati Tapsel mengimbau warga mengoptimalkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jagung dengan suku bunga nol persen serta program KUR Berkah yang difasilitasi oleh Bank Sumut. Skema permodalan formal ini diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan-lahan tidur yang selama ini belum tergarap optimal di bumi Tapanuli Selatan.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapsel Taufik Batubara merinci bahwa logistik alsintan ini bersumber dari kolaborasi anggaran Kementerian Pertanian dan APBD Kabupaten. Total bantuan mencakup 3 unit traktor roda empat (TR4), 21 unit traktor roda dua (TR2), 15 unit power thresher, 17 unit pompa air, mesin pemipil jagung (corn sheller), serta satu unit crawler untuk unit brigade keliling. Selain itu, diguyur pula bantuan benih padi untuk lahan terdampak bencana seluas 1.350 hektare dan benih padi reguler seluas 5.822 hektare.
Merespons guyuran insentif pemerintah ini, perwakilan petani yang diwakili Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan bersama perwakilan Ketua HKTI Tapsel Amirsyam Rangkuti menyatakan apresiasi setinggi-tingginya. "Kami siap mendukung program pemerintah daerah dengan menjaga, merawat, dan memanfaatkan seluruh bantuan secara maksimal agar mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Tapanuli Selatan," pungkas Juang di hadapan media.