Tren Roti Soft Sourdough, Pilihan Kuliner Sehat yang Ramah Lambung
- Paraisa Bake House menghadirkan inovasi roti soft sourdough bertekstur lembut dengan tingkat keasaman ringan yang ramah bagi pencernaan.
- Proses fermentasi alami yang memakan waktu minimal 18 jam membuat kandungan gluten di dalamnya menjadi jauh lebih mudah dicerna oleh tubuh.
- Bisnis rintisan asal Yogyakarta yang berdiri sejak 2024 ini menawarkan berbagai varian rasa manis dan gurih untuk menjangkau pencinta makanan sehat.
Gaya hidup sehat kini semakin diminati oleh masyarakat urban, termasuk dalam hal memilih asupan makanan harian yang lebih berkualitas. Salah satu tren yang tengah naik daun adalah konsumsi roti sourdough, jenis roti klasik yang dibuat menggunakan 100 persen ragi alami tanpa bahan pengawet kimiawi. Kuliner sehat ini dinilai jauh lebih ramah terhadap organ pencernaan dibandingkan dengan roti konvensional lainnya.
Jika biasanya roti sourdough identik dengan teksturnya yang keras dan rasa asam yang sangat pekat, inovasi baru kini mulai bermunculan di industri roti rumahan. Salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Yogyakarta sukses mendobrak stigma tersebut dengan menciptakan varian baru yang lebih bersahabat di lidah masyarakat Indonesia. Mereka meluncurkan produk roti sourdough dengan tekstur yang jauh lebih lembut namun tetap mempertahankan khasiat alaminya.
'Berbeda dengan roti sourdough pada umumnya yang memiliki tekstur keras dan rasa asam yang cukup kuat, kami hadirkan inovasi roti sourdough dengan tekstur lembut dengan tingkat keasaman ringan,' ujar Nurun Nazhifathul selaku pemilik dari Paraisa Bake House saat berbicara dalam sesi dialog interaktif di Yogyakarta.
Perempuan yang akrab disapa Zhifa ini mengungkapkan bahwa usahanya bermula pada tahun 2024 dari keresahan pribadi terkait kesehatan ibunya yang kerap mengeluhkan gangguan pencernaan setelah mengonsumsi roti biasa. Kondisi tersebut mendorong Zhifa untuk meneliti metode pembuatan roti yang lebih aman dikonsumsi oleh kelompok lanjut usia (lansia). Melalui proses eksperimen yang panjang, ia akhirnya memilih fokus mengembangkan roti sourdough yang minim kandungan gluten aktif.
Kandungan gluten yang biasa ditemukan di dalam tepung terigu terurai dengan baik berkat proses fermentasi lambat yang menjadi kunci utama pembuatan roti ini. Proses fermentasi alami ragi di Paraisa Bake House memakan waktu minimal hingga 18 jam sebelum adonan siap dipanggang demi menghasilkan tekstur lembut yang optimal. Metode tradisional yang panjang inilah yang membuat struktur kimia tepung menjadi lebih sederhana dan sangat mudah dicerna oleh dinding lambung.
Guna menarik minat pasar yang lebih luas, Paraisa Bake House menawarkan berbagai varian rasa inovatif, mulai dari kategori manis seperti cranberry cream cheese, cokelat, hingga blueberry cream cheese. Sementara untuk pencinta rasa gurih, mereka menyediakan varian chicken bun, banana coklat cheese, hingga sweet cheese. Langkah kreatif ini terbukti efektif menarik perhatian para konsumen yang ingin memulai transisi menuju pola makan sehat tanpa harus mengorbankan kelezatan rasa.