Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Hukum
  • Teknologi
  • Lingkungan
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Inggris
  • Kolombia
  • Iran
  • Selat Hormuz
  • Yogyakarta
  • Korea Selatan
  • Subang
  • Manchester United
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Entertainment Bisnis Budaya Hukum Teknologi Lingkungan
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Inggris Kolombia Iran Selat Hormuz Yogyakarta Korea Selatan Subang Manchester United

Tren Roti Soft Sourdough, Pilihan Kuliner Sehat yang Ramah Lambung

Rizky Adiputra • 15 Juli 2026, 05:56 • Bisnis
  • Paraisa Bake House menghadirkan inovasi roti soft sourdough bertekstur lembut dengan tingkat keasaman ringan yang ramah bagi pencernaan.
  • Proses fermentasi alami yang memakan waktu minimal 18 jam membuat kandungan gluten di dalamnya menjadi jauh lebih mudah dicerna oleh tubuh.
  • Bisnis rintisan asal Yogyakarta yang berdiri sejak 2024 ini menawarkan berbagai varian rasa manis dan gurih untuk menjangkau pencinta makanan sehat.

Gaya hidup sehat kini semakin diminati oleh masyarakat urban, termasuk dalam hal memilih asupan makanan harian yang lebih berkualitas. Salah satu tren yang tengah naik daun adalah konsumsi roti sourdough, jenis roti klasik yang dibuat menggunakan 100 persen ragi alami tanpa bahan pengawet kimiawi. Kuliner sehat ini dinilai jauh lebih ramah terhadap organ pencernaan dibandingkan dengan roti konvensional lainnya.

Jika biasanya roti sourdough identik dengan teksturnya yang keras dan rasa asam yang sangat pekat, inovasi baru kini mulai bermunculan di industri roti rumahan. Salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Yogyakarta sukses mendobrak stigma tersebut dengan menciptakan varian baru yang lebih bersahabat di lidah masyarakat Indonesia. Mereka meluncurkan produk roti sourdough dengan tekstur yang jauh lebih lembut namun tetap mempertahankan khasiat alaminya.

'Berbeda dengan roti sourdough pada umumnya yang memiliki tekstur keras dan rasa asam yang cukup kuat, kami hadirkan inovasi roti sourdough dengan tekstur lembut dengan tingkat keasaman ringan,' ujar Nurun Nazhifathul selaku pemilik dari Paraisa Bake House saat berbicara dalam sesi dialog interaktif di Yogyakarta.

Perempuan yang akrab disapa Zhifa ini mengungkapkan bahwa usahanya bermula pada tahun 2024 dari keresahan pribadi terkait kesehatan ibunya yang kerap mengeluhkan gangguan pencernaan setelah mengonsumsi roti biasa. Kondisi tersebut mendorong Zhifa untuk meneliti metode pembuatan roti yang lebih aman dikonsumsi oleh kelompok lanjut usia (lansia). Melalui proses eksperimen yang panjang, ia akhirnya memilih fokus mengembangkan roti sourdough yang minim kandungan gluten aktif.

Kandungan gluten yang biasa ditemukan di dalam tepung terigu terurai dengan baik berkat proses fermentasi lambat yang menjadi kunci utama pembuatan roti ini. Proses fermentasi alami ragi di Paraisa Bake House memakan waktu minimal hingga 18 jam sebelum adonan siap dipanggang demi menghasilkan tekstur lembut yang optimal. Metode tradisional yang panjang inilah yang membuat struktur kimia tepung menjadi lebih sederhana dan sangat mudah dicerna oleh dinding lambung.

Guna menarik minat pasar yang lebih luas, Paraisa Bake House menawarkan berbagai varian rasa inovatif, mulai dari kategori manis seperti cranberry cream cheese, cokelat, hingga blueberry cream cheese. Sementara untuk pencinta rasa gurih, mereka menyediakan varian chicken bun, banana coklat cheese, hingga sweet cheese. Langkah kreatif ini terbukti efektif menarik perhatian para konsumen yang ingin memulai transisi menuju pola makan sehat tanpa harus mengorbankan kelezatan rasa.

Tags: Yogyakarta Paraisa Bake House Nurun Nazhifathul
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

Bumi Diprediksi Masuk Periode Terpanas pada 2030, Pakar Lingkungan Desak Aksi Nyata 15 Jul 2026, 05:58
Juan Carlos Morales Pimpin XM Usai Maria Nohemi Arboleda Ditunjuk Jadi Menteri Pertambangan dan Energi Kolombia 15 Jul 2026, 06:13
Dorong Kerajinan Lokal, TP PKK Sulut Studi Banding ke Yogyakarta 15 Jul 2026, 05:48
Muhammadiyah DIY Ingatkan Pentingnya Membentuk Generasi Tangguh, Cerdas, dan Bertaqwa di Tahun Ajaran Baru 15 Jul 2026, 05:44

Terbaru

Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Heboh Ko Young Wook Minta Stop Dihujat Usai Lontarkan Candaan Ingin Jadi Aktor Film Dewasa 15 Jul 2026, 15:34
ANI Sosialisasikan Tarif Tol Khusus di Autopistas del Cafe Kolombia 15 Jul 2026, 13:04
Todd Blanche Diprediksi Mulus Jadi Jaksa Agung AS, Didukung Kubu Republik 15 Jul 2026, 12:12
Dua Rekrutan Cerdas, Manchester United Resmi Angkut Youri Tielemans dan Andrey Santos 15 Jul 2026, 12:00
DPRD Subang Dorong Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah dalam KUA-PPAS 2027 15 Jul 2026, 11:43
Geoff Hurst Bela Sikap Cuek Jude Bellingham Terhadap Kritik Thomas Tuchel 15 Jul 2026, 11:30

Kategori

Internasional 30 artikel
Nasional 27 artikel
Ekonomi 22 artikel
Olahraga 18 artikel
Entertainment 9 artikel
Bisnis 9 artikel
Budaya 4 artikel
Hukum 3 artikel
Teknologi 3 artikel
Lingkungan 2 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Inggris Kolombia Iran Selat Hormuz Yogyakarta Korea Selatan Subang Manchester United
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.