Kajian Mutiara Pagi RRI Medan, Muslim Bijaksana Harus Seimbangkan Dunia dan Akhirat
- Kajian Mutiara Pagi RRI Medan menghadirkan tausiah bertajuk 'Kejar Akhirat Jangan Lupakan Dunia' yang dibawakan oleh Ustaz Sutrino.
- Islam tidak mengajarkan umatnya untuk meninggalkan urusan dunia, melainkan menjadikannya sebagai ladang amal untuk bekal di akhirat kelak.
- Keseimbangan hidup antara mencari nafkah dan beribadah merupakan cerminan dari ketakwaan serta karakteristik seorang Muslim yang bijaksana.
Stasiun penyiaran RRI Medan kembali menghadirkan program spiritual rutin lewat Kajian Mutiara Pagi yang sarat akan pesan mendalam. Dalam kesempatan kali ini, kajian tersebut menghadirkan tausiah spiritual dari Ustaz Sutrino dengan mengangkat tema yang sangat relevan bagi kehidupan modern, yakni 'Kejar Akhirat Jangan Lupakan Dunia'. Melalui pemaparannya, ia mengajak seluruh pendengar untuk senantiasa menjalani kehidupan secara seimbang dengan bersungguh-sungguh mengejar kebahagiaan akhirat tanpa sedikit pun mengabaikan tanggung jawab di dunia.
Ustaz Sutrino menjelaskan secara terperinci bahwa agama Islam sama sekali tidak mengajarkan umatnya untuk mengisolasi diri atau meninggalkan kehidupan duniawi. Sebaliknya, dunia justru dipandang sebagai ladang subur tempat menanam berbagai macam amal kebaikan yang nantinya akan dipanen sebagai bekal utama menuju kehidupan akhirat yang kekal. Setiap aktivitas positif yang dilakukan manusia sehari-hari, asalkan dilandasi dengan niat yang benar, dikerjakan melalui jalan yang halal, dan memberikan manfaat nyata bagi sesama, dipastikan dapat bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam fenomena materialisme atau kecintaan yang berlebihan terhadap gemerlap dunia. Sikap konsumtif dan ambisi buta sering kali membuat seseorang melupakan ibadah wajib, melalaikan tanggung jawab moral, dan mengabaikan persiapan spiritual menuju masa depan setelah kematian. Namun di sisi lain, ia juga menekankan bahwa seseorang tidak boleh abai terhadap kewajiban nafkah, menuntut ilmu pengetahuan, serta menjaga amanah keluarga dengan dalih hanya ingin fokus beribadah.
Menurut pandangannya, kemampuan dalam menjaga ritme dan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat merupakan ciri utama dari seorang Muslim yang bijaksana dan matang secara spiritual. Ukuran kesuksesan yang sejati dalam pandangan Islam bukan hanya dinilai dari seberapa besar harta kekayaan yang dikumpulkan atau seberapa tinggi jabatan struktural yang diraih di dunia. Nilai hakiki seorang manusia justru diukur dari tingkat ketakwaan yang tertanam di dada, kemuliaan akhlak dalam berinteraksi, serta konsistensi amal saleh yang konsisten.
Pada sesi penutup kajian yang berlangsung khidmat tersebut, Ustaz Sutrino dengan tulus mengajak seluruh pemirsa dan pendengar setia untuk mentransformasikan setiap jengkal aktivitas harian menjadi ladang pahala. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara selalu memelihara sifat keikhlasan di dalam hati, menegakkan kejujuran dalam bekerja, serta menjaga ketaatan yang utuh kepada perintah Allah SWT. Dengan penerapan prinsip hidup yang utuh ini, keberhasilan dan kesejahteraan finansial di dunia diyakini dapat diraih tanpa harus mengorbankan kebahagiaan hakiki di akhirat.