Bobby Nasution Minta KONI Matangkan Persiapan Porprovsu XII 2026 demi Manjakan Atlet
- Gubernur Sumut Bobby Nasution menginstruksikan KONI Sumut untuk memastikan akomodasi, konsumsi, dan transportasi Porprovsu XII 2026 bersih dari masalah.
- Ajang Porprovsu XII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7-15 November 2026 dengan mempertandingkan 28 cabang olahraga di tiga daerah utama.
- Kompetisi ini juga diintegrasikan dengan sektor UMKM setempat untuk membangkitkan ekonomi daerah, sekaligus menjadi ajang seleksi menuju PON XXII 2028.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution meminta seluruh persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII Tahun 2026 dimatangkan secara maksimal. Hal ini ditegaskan agar pelaksanaan pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut berlangsung sukses tanpa menyisakan keluhan dari para atlet maupun ofisial peserta. Bobby menekankan pentingnya kualitas penyelenggaraan yang jauh lebih baik dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, terutama pada sektor pelayanan mendasar.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa 14 Juli 2026. Pertemuan intensif ini membahas kesiapan teknis pelaksanaan Porprovsu XII 2026 yang dijadwalkan bergulir pada 7 hingga 15 November 2026 mendatang. Bobby mengingatkan panitia pelaksana agar tidak lalai dalam mengurus kebutuhan pokok para duta olahraga daerah.
'Saya minta agar keluhan yang sifatnya kritikal seperti akomodasi penginapan, makanan, hingga transportasi dipastikan clean. Jangan sampai ada kendala teknis atau pelayanan yang buruk di lapangan. Kita harus membuktikan bahwa pelaksanaan Porprovsu kali ini mutunya jauh melompat dibanding gelaran-gelaran sebelumnya,' ujar Bobby Nasution dengan tegas saat memberikan arahan kepada pengurus KONI Sumut.
Suami dari Kahiyang Ayu ini juga mengapresiasi langkah cepat yang diambil kepengurusan baru KONI Sumut dalam merancang persiapan ajang multi-event tersebut. Meski demikian, Bobby mewanti-wanti agar struktur kepanitiaan dibuat secara ramping, efektif, dan efisien demi menekan pemborosan anggaran negara. Menurutnya, alokasi dana yang dimiliki harus diprioritaskan penuh untuk pembinaan para atlet daerah serta penyediaan fasilitas pertandingan yang memadai.
Sementara itu, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar memaparkan bahwa Porprovsu XII 2026 merupakan tindak lanjut konkret dari hasil Rapat Kerja KONI Sumut pada Desember 2025 lalu. Ajang bergengsi ini diproyeksikan bakal melibatkan 8.525 orang, yang terdiri atas 5.393 atlet (3.737 putra dan 1.656 putri), 1.079 ofisial tim, serta didukung oleh 2.056 personel panitia. Sebanyak 28 cabang olahraga (cabor) dipastikan lulus verifikasi syarat minimal keikutsertaan dari minimal 17 kabupaten/kota se-Sumut.
'Semua pertandingan akan disebar di tiga wilayah utama yang telah diverifikasi kelayakannya, yaitu Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kota Binjai,' jelas Hatunggal. Ia menambahkan bahwa panitia telah merancang 1.449 nomor pertandingan dengan total 2.742 medali yang diperebutkan. Untuk mendukung kenyamanan mobilitas kontingen, armada transportasi sebanyak 624 unit minibus dan 161 unit bus besar telah disiagakan di berbagai titik rute.
Dari segi jaminan medis, KONI Sumut juga telah menjalin kerja sama resmi dengan beberapa rumah sakit rujukan utama, seperti Rumah Sakit Haji dan RS Hermina, guna mengantisipasi penanganan darurat cedera atlet. Menariknya, gelaran olahraga ini tidak hanya fokus pada prestasi fisik semata, melainkan juga dirancang ramah ekonomi. Panitia akan menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Sumut untuk melibatkan pelaku UMKM lokal, kuliner, dan perhotelan demi mendorong perputaran ekonomi yang signifikan selama acara berlangsung.
Hatunggal menggarisbawahi bahwa Porprovsu XII 2026 merupakan panggung strategis untuk menjaring talenta emas Sumatera Utara yang baru. Para juara dan atlet potensial dari ajang ini nantinya langsung diproyeksikan masuk ke program pemusatan latihan daerah (Pelatda) jangka panjang. Hal ini dilakukan sebagai persiapan matang menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).