Loading...

Belasan Orang Datangi Rumah Jokowi Protes Pernyataan Budi Arie

Ilustrasi massa aksi mendatangi kediaman Presiden Ketujuh RI Joko Widodo di Solo

Ilustrasi massa aksi mendatangi kediaman Presiden Ketujuh RI Joko Widodo di Solo

Share:

Belasan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak mendatangi kediaman Presiden Ketujuh RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah. Aksi ini dilakukan untuk memprotes pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait wacana percepatan pemilu.

“Kami ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Joko Widodo," kata Bangun Satoto.”

— Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak (ARIB)

Belasan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak mendatangi kediaman Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo, di Sumber, Solo, Jawa Tengah. Kedatangan kelompok tersebut bertujuan untuk menyampaikan protes keras terkait pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

Pernyataan Budi Arie yang diprotes berkaitan dengan singgungannya mengenai kemungkinan adanya percepatan pelaksanaan pemilu sebelum tahun 2029 mendatang. Dalam pantauan di lokasi, massa aksi tampak membawa sejumlah kertas bernada protes yang ditujukan kepada Jokowi.

Salah satu peserta aksi bernama Bangun Satoto menyatakan bahwa rombongannya berniat menyerahkan sepucuk surat serta plakat berisi falsafah Jawa. "Kami ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Joko Widodo," ujar Bangun kepada awak media di lokasi.

Aksi unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk respons atas momen ketika Jokowi duduk di samping Budi Arie saat wacana percepatan pemilu tersebut dilontarkan dalam sebuah forum.

Tujuan Aksi dan Isi Falsafah Jawa

Kehadiran massa ARIB di depan kediaman Joko Widodo dimaksudkan untuk mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai dinamika politik. Mereka menilai pernyataan terkait percepatan pemilu dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Dalam plakat yang dibawa, massa menyematkan pesan moral berupa falsafah tradisional Jawa sebagai bentuk teguran halus. Pesan tersebut sarat akan makna mengenai pentingnya kerendahan hati dan pertanggungjawaban moral atas setiap tindakan.

Bangun Satoto sempat membacakan isi plakat yang berbunyi, "Lamun sira sekti ojo kemaki. Lamun sira sekti tansah eling pati. Sapa nandur bakal ngunduh, ngunduh wohing pakarti. Sopo salah bakal seleh."

Pesan filosofis tersebut diterjemahkan sebagai pengingat agar seseorang tidak sombong meski memiliki kekuatan, serta meyakini bahwa setiap perbuatan buruk pasti akan menuai konsekuensinya.

Respons Paspampres dan Klarifikasi Budi Arie

Dalam aksi tersebut, para peserta sempat bersikeras untuk menyerahkan surat dan plakat secara langsung kepada Joko Widodo. Namun, keinginan mereka tidak dapat dipenuhi karena prosedur pengamanan ketat yang diterapkan di kediaman.

Pihak Paspampres menjelaskan bahwa seluruh surat dan barang yang masuk harus diserahkan terlebih dahulu melalui sekretariat resmi. Setelah menunggu sekitar 30 menit di depan kediaman, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Sebelum aksi ini terjadi, Budi Arie Setiadi telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman dengan analisisnya. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan tanggung jawab pribadinya.

Budi Arie juga memastikan bahwa analisis mengenai percepatan pemilu tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan Joko Widodo yang saat itu turut hadir di lokasi acara.

Leave a Comment