Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenang dan Pecundang Terbesar
- Spanyol resmi keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 di partai final.
- Turnamen ini menjadi panggung pembuktian bagi bintang muda seperti Lamine Yamal dan Erling Haaland yang tampil gemilang.
- Legenda besar seperti Cristiano Ronaldo dan Neymar harus menyudahi perjalanan mereka di Piala Dunia dengan catatan yang tragis.
Gelaran Piala Dunia 2026 resmi berakhir di New Jersey dengan menempatkan Spanyol sebagai kampiun baru. Dalam partai final yang berlangsung sengit namun minim peluang bersih, La Roja sukses menumbangkan 10 pemain Argentina dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal dari pemain pengganti Ferran Torres menyudahi perlawanan Tim Tanggo, yang harus bermain dengan minus satu pemain setelah Enzo Fernandez mendapat kartu kuning kedua di menit-menit akhir babak normal.
Di balik kesuksesan Spanyol, turnamen ini melahirkan sejumlah nama yang keluar sebagai pemenang besar berkat performa impresif mereka. Penyerang Norwegia, Erling Haaland, memukau publik lewat torehan tujuh gol dari lima laga, termasuk dua gol sensasional saat menumbangkan Brasil. "Saya pikir profil saya sedikit berkembang, namun sulit untuk memproses semuanya sekarang," kata Haaland yang merasa performa negaranya telah mengubah dirinya secara personal. Selain Haaland, remaja 19 tahun Spanyol, Lamine Yamal, juga dinobatkan sebagai pemenang besar setelah menunjukkan kedewasaan luar biasa dan meraih trofi bergengsi tersebut bersama seniornya.
Sebaliknya, panggung di Amerika Utara ini juga menjadi kuburan bagi mimpi besar sejumlah megabintang yang harus rela dilabeli sebagai pecundang. Neymar harus menyudahi karier internasionalnya dengan air mata setelah Brasil didepak Norwegia di babak 16 besar. "Saya sudah mencoba, saya sudah mencoba, tapi sekarang semuanya sudah berakhir," ungkap Neymar dengan emosional. Kegagalannya kian diperparah oleh perselisihan tidak penting di lapangan dengan kiper lawan yang dinilai publik sebagai cerminan prioritasnya yang keliru selama ini.
Nasib serupa juga menimpa megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, yang gagal menunjukkan magisnya di usia 41 tahun. Tampil lamban dan minim pergerakan, Ronaldo dicap sebagai beban taktik bagi Selecao das Quinas meskipun sempat sesumbar di awal turnamen. Ketidakberdayaan Ronaldo di atas lapangan hijau mempertegas akhir yang menyedihkan bagi generasi emasnya di kancah Piala Dunia.
Di sektor taktik, pelatih Jerman Julian Nagelsmann menjadi sorotan tajam setelah Die Mannschaft tersingkir secara memalukan di babak 32 besar oleh Paraguay. Taktik Nagelsmann dinilai sangat mudah diprediksi dan monoton, yang berujung pada pengunduran dirinya tak lama setelah turnamen usai. Hasil minor ini memperpanjang catatan kelam Jerman yang belum pernah lagi memenangkan laga fase gugur sejak menjadi juara dunia pada tahun 2014 lalu.