Sertijab Hukum Tua Pineleng Dua Memanas, Hengky Lepas Jabatan Demi Jadi Petani
- Nicolaus Tangapo resmi menggantikan Hengky Tangapo sebagai Hukum Tua Desa Pineleng Dua, Kabupaten Minahasa, setelah masa jabatan sembilan tahun berakhir.
- Camat Pineleng Jonly Wua menegaskan pentingnya musyawarah mufakat dan transparansi pengelolaan dana desa kepada pemimpin baru.
- Hengky Tangapo memberikan pesan tegas agar seluruh perangkat desa loyal kepada hukum tua baru dan fokus pada optimalisasi pajak daerah.
Masa depan kepemimpinan di Desa Pineleng Dua, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa resmi berganti lewat prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Hukum Tua yang berlangsung sangat khidmat. Nicolaus Tangapo kini resmi memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di desa tersebut setelah menggantikan pejabat lama. Pergantian posisi ini sekaligus menyudahi masa pengabdian panjang Hengky Tangapo yang sudah memimpin wilayah tersebut selama sembilan tahun terakhir.
Acara Sertijab yang dipusatkan di kantor desa ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat daerah serta tokoh penting masyarakat setempat. Terlihat hadir Camat Pineleng Jonly Wua, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Antonius Lumi, Sekretaris Desa Ferry Runtunuwu, serta jajaran perangkat desa lainnya. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh terhadap transisi kepemimpinan yang diharapkan membawa angin segar bagi pembangunan infrastruktur dan ekonomi masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Camat Pineleng Jonly Wua memberikan apresiasi yang mendalam dari Pemerintah Kabupaten Minahasa atas dedikasi luar biasa Hengky Tangapo selama hampir satu dekade. Jonly menilai sinergi yang telah dibangun oleh hukum tua sebelumnya bersama BPD dan masyarakat telah melahirkan banyak capaian positif. Kendati demikian, ia menitipkan pesan krusial kepada Nicolaus Tangapo mengenai keberlanjutan pembangunan dan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih serta berwibawa.
"Yang baik harus dipertahankan dan ditingkatkan oleh pejabat baru. Kekuatan utama dari pemerintah desa ada pada sistem musyawarah mufakat," tegas Jonly di hadapan para undangan. Ia menambahkan bahwa segala program yang akan dilaksanakan harus dimusyawarahkan bersama agar dapat dipertanggungjawabkan secara kolektif. Terlebih lagi dalam pengelolaan dana desa yang saat ini menjadi sorotan tajam publik, aspek transparansi dan akuntabilitas mutlak dipenuhi.
Selain pengelolaan anggaran, Jonly juga mengingatkan kewajiban penting terkait sektor pajak daerah demi mendorong kemandirian wilayah. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyukseskan pekan pembayaran pajak bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta perangkat desa setempat. Momen haru sekaligus santai kemudian terjadi saat Hengky Tangapo memberikan pidato perpisahan terakhirnya di depan warga.
Sambil berseloroh, Hengky mengungkapkan aktivitas baru yang akan digelutinya pasca-tugas sebagai kepala desa demi mengisi waktu luangnya. "Saya tidak pindah tugas ke kota lain, melainkan saya kembali menjadi petani di desa ini," ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh dan senyum sumringah dari para hadirin. Pengakuan jujur ini mencerminkan kerendahan hati seorang pemimpin yang siap kembali membaur menjadi warga biasa.
Meski penuh canda, Hengky tetap memberikan pesan pembinaan yang cukup tegas kepada jajaran perangkat desa yang ditinggalkannya agar tidak terjadi dualisme loyalitas. Ia meminta seluruh perangkat untuk mengalihkan loyalitas secara total kepada kepemimpinan Nicolaus Tangapo demi menjamin stabilitas pelayanan publik. "Tunjukkan kerja keras kalian, salah satunya soal optimalisasi pemungutan pajak daerah," kata Hengky mengingatkan pentingnya kedisiplinan kerja.
"Kalian harus loyal penuh kepada pimpinan baru karena kontestasi pemilihan sudah selesai. Sekarang tim sukses kumtua adalah kalian sendiri, para perangkat desa," ucap Hengky menambahkan dengan nada serius. Menurutnya, kinerja kolektif dari perangkat desa akan sangat menentukan berhasil atau tidaknya program kerja hukum tua yang baru. Menanggapi estafet kepemimpinan tersebut, Nicolaus Tangapo menyatakan komitmen penuh untuk melanjutkan fondasi pembangunan yang kokoh.