Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono Anung Beri Target 10 Hari Bersih
- Tumpukan sampah di TPS Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara meluber hingga menutupi jalan dan viral di media sosial.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan proses pembersihan dan pengangkutan sampah selesai dalam waktu 8 hingga 10 hari.
- Keterlambatan antrean pembuangan di TPST hingga ke TPST Bantargebang diidentifikasi sebagai penyebab utama penumpukan sampah tersebut.
Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dilaporkan menumpuk hingga meluber ke luar area dan menutupi jalanan di sekitarnya. Kondisi memprihatinkan ini sempat menjadi sorotan tajam warganet setelah videonya viral di berbagai platform media sosial. Merespons kegaduhan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung bergerak cepat mengerahkan petugas dan armada kebersihan ke lokasi guna mengurai tumpukan sampah yang menggunung.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya menargetkan seluruh tumpukan sampah di kawasan rusun tersebut dapat diangkut habis dalam kurun waktu 8 hingga 10 hari ke depan. Untuk mengejar target tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan dinas terkait untuk mempercepat penanganan darurat di lapangan. Sejumlah alat berat dan armada truk pengangkut sampah kini telah disiagakan di area TPS Rusun Waduk Pluit untuk mempercepat proses evakuasi material sampah.
Pramono menjelaskan bahwa penumpukan sampah yang luar biasa ini terjadi akibat adanya kendala teknis berupa keterlambatan antrean pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) lokal hingga ke TPST Bantargebang di Bekasi. Tersendatnya alur pembuangan akhir ini memicu efek domino yang menyebabkan sampah-sampah di tingkat TPS, termasuk di Rusun Waduk Pluit, tidak terangkut tepat waktu. 'Seperti kita ketahui, di Rusun Waduk Pluit, karena adanya keterlambatan antrean di TPST-TPST yang ada, kemudian ke Bantargebang, terjadi penumpukan,' ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.
Sebagai langkah penanganan awal, Pramono telah menginstruksikan jajarannya untuk langsung menerjunkan tim taktis ke lokasi sejak hari ini. Saat ini, satu unit alat berat, tiga unit truk besar, serta sepuluh personel kebersihan telah aktif bekerja mengangkut sampah-sampah yang meluber. 'Saya sudah meminta untuk diselesaikan selambat-lambatnya 8 sampai 10 hari. Hari ini yang sudah bekerja ada satu alat berat, tiga unit truk, dan sepuluh personel yang bekerja di lapangan,' tambah Pramono menjelaskan progres penanganan di lapangan.
Guna memastikan target pembersihan tercapai tepat waktu, Pramono berjanji akan menambah jumlah personel dan armada pengangkut dalam satu hingga dua hari ke depan. Selain langkah darurat tersebut, politisi PDIP ini juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Rusun Waduk Pluit agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Pembenahan aturan dan mekanisme pembuangan dinilai krusial agar kawasan hunian padat tersebut tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi warga.