Proskill Entrepreneur Academy Latih Public Speaking Siswa SMP dan SMK Nurul Hidayah Bandung
- Proskill Entrepreneur Academy memberikan pelatihan public speaking dan komunikasi interpersonal kepada siswa baru SMP-SMK Nurul Hidayah Bandung.
- Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan tema Menjadi Social Butterfly.
- Pelatihan bertujuan membangun rasa percaya diri siswa agar mampu beradaptasi dan menjalin hubungan positif di lingkungan sekolah yang baru.
Lembaga pelatihan Proskill Entrepreneur Academy atau LK Edu Kreasi Akademi memberikan pembekalan keterampilan berharga bagi ratusan siswa-siswi baru di SMP dan SMK Nurul Hidayah Bandung. Pembekalan yang berfokus pada kemampuan public speaking dan komunikasi interpersonal ini dilaksanakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Langkah ini diambil untuk mempersiapkan mental serta kemampuan adaptasi para siswa di jenjang pendidikan yang baru.
Kegiatan MPLS kali ini mengusung tema "Menjadi Social Butterfly: Merajut Persahabatan Baru di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)". Melalui tema tersebut, pihak sekolah dan penyelenggara berkomitmen penuh untuk membangun rasa percaya diri siswa. Keterampilan komunikasi yang diajarkan diharapkan dapat membantu mereka beradaptasi dengan cepat dan menjalin hubungan positif di lingkungan sekolah.
Pelatihan interaktif tersebut merupakan bagian dari upaya strategis sekolah dalam membekali peserta didik dengan soft skills yang efektif sejak hari pertama masuk. Siswa tidak hanya mendengarkan teori, melainkan diajak langsung untuk berani tampil di depan umum, mengekspresikan ide, serta membangun hubungan yang sehat dengan sesama teman baru maupun guru. Pendekatan ini dinilai sangat krusial di era digital saat ini, di mana kemampuan interaksi sosial secara langsung memerlukan stimulus khusus.
Hadir sebagai pemateri utama dalam acara tersebut adalah Founder Proskill Entrepreneur Academy, Dini Ratnasari yang akrab disapa Kak Nay, dengan didampingi oleh Co-Founder Bagus Irawan. Keduanya membawakan materi dengan metode yang sangat menyenangkan, penuh permainan edukatif, serta praktik langsung di lapangan. Hal ini membuat para siswa baru terlihat antusias dan lebih mudah memahami teknik dasar berbicara di depan umum secara santai.
Kak Nay menegaskan bahwa masa MPLS merupakan momentum yang sangat penting bagi siswa untuk meletakkan fondasi kepercayaan diri mereka dan memperluas jaringan pergaulan di sekolah. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi secara efektif akan menjadi salah satu bekal utama yang mendukung tumbuh kembang siswa, baik dalam proses pembelajaran akademik maupun dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari.
"Menjadi social butterfly bukan berarti harus menjadi orang yang paling ramai atau paling menonjol. Yang terpenting adalah berani membuka diri, mampu mendengarkan dengan empati, serta percaya diri saat menyampaikan pendapat sehingga dapat membangun persahabatan yang positif," ujar Kak Nay saat menjelaskan esensi materi pelatihan tersebut.