Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai di Musim Kemarau untuk Cegah Banjir
- Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memanfaatkan momen musim kemarau untuk mempercepat normalisasi dan pengerukan sedimen sungai di berbagai wilayah.
- Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo mengerahkan Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer di sejumlah titik strategis seperti Saluran Kedunguling sepanjang 4 kilometer.
- Masyarakat diimbau untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar program mitigasi banjir ini berjalan optimal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur, bergerak cepat memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan normalisasi sungai dan pembersihan saluran air (afvoer). Langkah taktis ini diambil sebagai upaya mitigasi dan antisipasi bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut saat musim penghujan tiba. Proses pengerukan lumpur sedimen, pengangkutan tumpukan sampah, hingga perapian tanaman liar dilakukan secara masif di sejumlah titik aliran sungai.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU Bina Marga dan SDA), Pemkab Sidoarjo menerjunkan tim khusus yang terdiri dari Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer ke berbagai wilayah terdampak pendangkalan. Proyek normalisasi ini salah satunya difokuskan di Saluran Kedunguling, Kelurahan Gebang. Selain itu, petugas juga menyisir wilayah vital lainnya seperti Porong Kanal, Mangetan Kanal, serta beberapa afvoer di Kecamatan Balongbendo, Prambon, Porong, Waru, Gedangan, Sukodono, Buduran, Taman, hingga Jabon.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Prayitno, mengonfirmasi bahwa pengerjaan di musim kemarau memberikan keuntungan teknis yang sangat signifikan. Menurutnya, rendahnya debit air di sungai saat kemarau memudahkan alat berat dalam mengangkat endapan lumpur dari dasar saluran air. Proses pengerukan pun dinilai menjadi jauh lebih efisien dibandingkan saat musim hujan.
'Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah,' ujar Prayitno saat memberikan keterangan kepada media. Ia juga menjelaskan bahwa proyek normalisasi di Saluran Kedunguling membentang sepanjang kurang lebih empat kilometer dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga bulan ke depan guna menyambut musim basah.
Meski pemerintah daerah telah berupaya maksimal mengerahkan alat berat dan personel, Prayitno mengingatkan bahwa kesuksesan penanggulangan banjir memerlukan komitmen dari seluruh elemen masyarakat. Upaya pengerukan sedimen dinilai akan sia-sia jika perilaku membuang sampah ke sungai masih terus berlanjut. 'Normalisasi sungai seperti ini merupakan upaya Pemkab Sidoarjo untuk mencegah banjir, namun persoalan banjir tidak akan pernah berakhir jika kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari sampah masih kurang,' tegasnya.