Pasangan ganda putra Indonesia Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp keluar sebagai runner up pada seri keempat ITF World Tennis Tour M15 di Bali. Sementara itu, gelar juara tunggal putra diraih oleh petenis asal India, Karan Singh.
“"Hadirnya talenta-talenta petenis muda Merah Putih seperti Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp di sektor putra serta Janice Tjen merupakan sebuah karunia sekaligus tantangan tersendiri dalam pembinaan tenis di Indonesia," ujar Rildo Ananda Anwar.”
— ITF World Tennis Tour M15
Pasangan ganda putra Indonesia, Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp, harus puas finis sebagai runner up dalam ajang seri keempat ITF World Tennis Tour M15, Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka berjuang maksimal pada partai puncak turnamen tenis internasional tersebut.
Mimpi pasangan Indonesia untuk merengkuh gelar juara harus pupus usai takluk dari pasangan Alexander Chang dan Pablo Perez Ramos. Laga pemungkas yang dihelat di lapangan A, Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali, pada hari Sabtu tersebut berlangsung dengan ketat.
Kedua pasangan bertarung sengit selama dua set penuh dalam durasi 1 jam 11 menit sebelum akhirnya Alexander dan Pablo mengunci kemenangan dengan skor 6-3 dan 7-5. Meski gagal mengangkat trofi utama, perjuangan wakil tuan rumah tetap membuahkan hasil membanggakan.
Keberhasilan menembus partai final ini menunjukkan daya saing atlet muda Indonesia di kancah tenis profesional level dunia. Ajang ini sekaligus menjadi batu loncatan penting bagi perkembangan karier para atlet muda tanah air ke depannya.
Apresiasi Pembinaan dan Regenerasi Petenis
Kendati gagal menuntaskan pertandingan dengan gelar juara, pencapaian Rafalentino dan Ethan mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Salah satu tanggapan positif datang dari Ketua Umum PP Pelti periode 2018-2022, Rildo Ananda Anwar.
Rildo menilai bahwa kehadiran talenta-talenta muda tersebut memperlihatkan proses regenerasi petenis di Indonesia sudah berada di jalur yang tepat. Munculnya nama-nama baru diharapkan mampu mendongkrak prestasi tenis nasional di masa mendatang.
"Hadirnya talenta-talenta petenis muda Merah Putih seperti Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp di sektor putra serta Janice Tjen merupakan sebuah karunia sekaligus tantangan tersendiri dalam pembinaan tenis di Indonesia," kata Rildo dalam keterangan tertulis.
Ia juga menambahkan bahwa konsistensi pembinaan harus terus dijaga melalui kompetisi berjenjang. "Harapannya, prestasi mereka terus meningkat lewat jalur kompetisi, dan proses regenerasi berjalan dengan baik," jelas dia lebih lanjut.
Read Also
Mauricio Pochettino Ungkap Alasan Gagal Kembali ke Tottenham Hotspur dan Komentari Gelar Chelsea
Mauricio Pochettino mengungkapkan penyesalannya karena gagal kembali melatih...
Donyell Malen Tampil Gemilang dan Cetak Banyak Gol Bersama AS Roma di Serie A
Donyell Malen mencetak lima gol dalam dua pertandingan pembuka Serie A...
Manchester United Menang 4-0 atas Sabah Michael Carrick Ingin Tim Terus Berkembang
Manchester United sukses meraih kemenangan telak 4-0 atas klub Azerbaijan,...
Timnas Indonesia Masuk Pot 3 Undian Piala Asia U-20 2027
Timnas Indonesia U-20 resmi menempati pot ketiga dalam undian Piala Asia...
Dominasi Tunggal Putra dan Lanjutan Seri Kelima
Sementara itu, persaingan di sektor tunggal putra berhasil dimenangkan oleh petenis asal India, Karan Singh. Ia sukses menghentikan perlawanan ketat dari Isaac Becroft di babak final setelah melalui pertarungan selama 2 jam 5 menit.
Karan Singh yang menempati peringkat 595 ATP menumbangkan lawannya dengan dua set langsung lewat skor 7-5 dan tiebreak 7-6(3). "Menjadi sebuah kebanggaan dapat menjadi yang terbaik di ajang M15 Bali, karena lawan saya bermain sangat luar biasa," ujar Karan usai pertandingan.
Keberhasilan tersebut tidak hanya memberikan trofi bergengsi, tetapi juga menambah motivasi bagi sang atlet. "Gelar juara ini menambah motivasi saya untuk tampil di seri kelima," ungkap Karan yang berhak membawa pulang hadiah uang serta poin ATP.
Rangkaian turnamen internasional ini langsung berlanjut tanpa jeda ke seri kelima. Babak kualifikasi segera digelar dengan diikuti oleh 32 petenis yang memperebutkan delapan tiket menuju babak utama ajang tersebut.