Musim buruk Burnley di bawah asuhan Nicky Hayen berlanjut setelah Bristol City melakukan kebangkitan dramatis di menit-menit akhir untuk meraih kemenangan 2-1 di Turf Moor.
Awal musim yang suram bagi Burnley di bawah arahan pelatih Nicky Hayen kembali berlanjut setelah mereka dipaksa menyerah dengan skor 1-2 oleh Bristol City. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Turf Moor tersebut diwarnai ketegangan tinggi dari para pendukung tuan rumah menyusul hasil negatif yang terus beruntun.
The Clarets sempat berada di jalur kemenangan untuk meraih hasil positif pertama mereka musim ini ketika Aaron Ramsey mencetak gol pembuka pada menit ke-56. Gol tersebut sempat memberikan secercah harapan bagi publik tuan rumah yang memadati stadion.
Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Bristol City menyamakan kedudukan pada menit ke-82 lewat sundulan Rob Dickie. Tim tamu bahkan memastikan kemenangan dramatis berkat tendangan jarak jauh pemain pengganti Yu Hirakawa menjelang pertandingan berakhir.
Kekalahan pahit ini membuat Burnley semakin terpuruk di dasar klasemen divisi kedua dengan raihan dua poin dari lima pertandingan awal. Situasi ini memicu kemarahan suporter tuan rumah yang langsung melampiaskan kekecewaan mereka kepada pemilik klub asal Amerika Serikat, Alan Pace.
Jalannya Pertandingan dan Debut Pemain Baru
Dalam pertandingan ini, manajer Nicky Hayen langsung menurunkan rekrutan baru Reo Hatate untuk menjalani debutnya di Burnley setelah didatangkan dari Celtic. Selain itu, bek berpengalaman Kyle Walker juga kembali dipercaya tampil sejak menit awal di lini belakang tuan rumah.
Tim tamu Bristol City tampil lebih percaya diri di paruh pertama babak pertama dan mengancam melalui situasi bola mati serta beberapa peluang berbahaya. Kiper Burnley, Max Weiss, bahkan harus melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis tendangan keras Jed Wallace.
Memasuki babak kedua, Hayen melakukan pergantian taktis dengan memasukkan Anel Ahmedhodzic dan Armando Broja untuk mendongkrak performa tim. Keputusan tersebut langsung membuahkan hasil positif bagi lini serang The Clarets di awal paruh kedua pertandingan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-56 ketika Reo Hatate memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Aaron Ramsey lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti. Gol ini sempat mengangkat moral para pemain Burnley di tengah tekanan suporter.
Read Also
Michael Carrick Hadapi Tantangan Baru di Manchester United Terkait Jadid Padat Pertandingan
Manchester United memulai awal musim Premier League dengan hasil yang...
AS Roma Dinilai Masih Belum Lengkap Pasca Penutupan Bursa Transfer Musim Panas
AS Roma menutup bursa transfer musim panas dengan mendatangkan sejumlah...
Gvidas Gineitis Tetap Main di Torino Saat Rumor Transfer ke Celtic Semakin Intens
Gelandang Torino, Gvidas Gineitis, tetap dimainkan dalam pertandingan Coppa...
Iliman Ndiaye Tampil Memukau pada Debut Bersama Manchester City Usai Kemenangan Atas Coventry City
Iliman Ndiaye menampilkan debut yang menjanjikan saat Manchester City...
Kebangkitan Bristol City dan Tekanan untuk Manajemen Burnley
Meskipun sempat tertinggal satu gol, Bristol City tidak menyerah begitu saja dan mulai meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu babak kedua. Tim tamu berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan Burnley melalui skema bola mati yang efektif.
Rob Dickie sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-82 melalui sundulan kepala memanfaatkan sepak pojok. Gol penyeimbang ini langsung meruntuhkan konsentrasi para pemain tuan rumah yang berjuang mempertahankan keunggulan tipis mereka.
Drama mencapai puncaknya ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu babak kedua, di mana Yu Hirakawa melepaskan tembakan mendatar jarak jauh yang bersarang telak di gawang Burnley. Gol kemenangan ini membawa skuad asuhan Michael Skubala naik ke posisi empat besar klasemen sementara.
Kekalahan kelima di awal musim ini memperpanjang tren negatif Burnley pasca-degradasi dari Liga Premier, dengan catatan hanya mengumpulkan dua poin dari lima laga perdana. Manajemen klub kini berada di bawah sorotan tajam menyusul performa buruk yang berlanjut di bawah komando Nicky Hayen.