Arsenal dan Paris Saint-Germain kembali dijagokan sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Liga Champions musim ini. Pandangan tersebut didukung oleh mantan pemantau bakat sepak bola berpengalaman serta hasil analisis supercomputer.
“Your next question was Champions League. Paris Saint-Germain or Arsenal? That's my answer," ujar Bryan King.”
— Arsenal dan Paris Saint-Germain
Paris Saint-Germain dan Arsenal kembali muncul sebagai tim yang paling difavoritkan untuk mengangkat trofi Liga Champions pada musim kompetisi kali ini. Kompetisi elit antarklub Eropa tersebut telah resmi bergulir dengan digelarnya rangkaian pertandingan babak fase liga pertama.
Meskipun pada musim lalu Arsenal harus mengubur mimpi juara setelah takluk lewat adu penalti dari PSG di partai final, skuad asuhan Mikel Arteta tersebut kini tampil dengan performa awal musim yang impresif. The Gunners bertekad untuk kembali melaju jauh dan mengukir sejarah baru di Madrid tahun depan.
Di sisi lain, mantan pemantau bakat Everton, Tottenham, dan Aston Villa, Bryan King, memberikan pandangan khususnya dalam wawancara eksklusif bersama Football Insider. "Your next question was Champions League. Paris Saint-Germain or Arsenal? That's my answer," kata Bryan King mengenai peta kekuatan juara Eropa musim ini.
Kampanye Liga Champions Arsenal dimulai dengan laga tandang menghadapi Napoli, sementara sang juara bertahan Prancis menjamu klub asal Slovakia, Slovan Bratislava, di kandang mereka.
Analisis Performa PSG dan Pesaing Utama di Eropa
Meskipun PSG berstatus sebagai juara bertahan dan mendominasi kompetisi dalam beberapa tahun terakhir, performa awal musim mereka di liga domestik mendapat sorotan. Skuad asuhan Luis Enrique tersebut gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.
Kendati demikian, kedalaman skuad yang dimiliki oleh Enrique membuat para pemain bintangnya kerap mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk menghadapi laga-laga krusial di Eropa. Namun, penurunan performa domestik dikhawatirkan dapat mengurangi keuntungan kebugaran yang biasanya mereka miliki di fase akhir turnamen.
Bryan King turut menilai bahwa klub-klub raksasa lainnya seperti Real Madrid saat ini sedang berada dalam masa transisi peremajaan skuad. Sementara itu, Barcelona dinilai masih kesulitan ketika harus menghadapi tim-tim papan atas Eropa.
Kritik juga diberikan kepada Bayern Munich setelah rekor impresif mereka terhenti akibat gagal mencetak gol dalam satu pertandingan kompetitif setelah rentetan 47 laga sebelumnya selalu mencetak angka.
Read Also
Ruben Amorim Memulai Kiprah di AC Milan dengan Baik Meskipun Hadapi Teka-Teki Taktis
Ruben Amorim memulai masa kepelatihannya di AC Milan dengan cukup baik usai...
Roma Pertahankan Manu Kone dari Tawaran Chelsea dan Puas dengan Skuad Saat Ini
AS Roma menegaskan kebahagiaan mereka karena berhasil mempertahankan...
Michael Carrick Abaikan Klaim Elliot Anderson soal Manchester City dan Fokus ke Derbi
Manajer Manchester United Michael Carrick menepis pernyataan Elliot Anderson...
Pemecatan Pelatih Fiorentina Dinilai Tidak Pengaruhi Masa Depan Wilfried Gnonto
Pemecatan pelatih Fiorentina, Fabio Grosso, dipastikan tidak memberikan...
Peluang Berdasarkan Prediksi Supercomputer Opta
Kegagalan tipis pada partai final bulan Mei lalu membuat Arsenal dinilai datang kembali dengan motivasi berlipat ganda untuk menuntaskan misi juara. Peluang besar The Gunners ini juga diperkuat oleh hasil kalkulasi teknologi modern dari dunia sepak bola.
Berdasarkan analisis terkini dari supercomputer Opta, Arsenal menduduki peringkat teratas dengan persentase sebesar 21,63 persen untuk keluar sebagai juara Liga Champions musim ini. Bayern Munich mengikuti di posisi berikutnya dengan peluang sebesar 17,75 persen.
Sementara itu, Manchester City berada di posisi ketiga dengan estimasi peluang sebesar 14,31 persen dalam perburuan gelar juara kompetisi paling bergengsi di benua biru tersebut. Sebaliknya, supercomputer hanya memberikan peluang sebesar 5,46 persen bagi PSG untuk mempertahankan gelar secara beruntun.
Catatan historis menunjukkan bahwa hanya Real Madrid yang pernah mencatatkan sejarah sebagai klub yang mampu menjuarai Liga Champions tiga kali berturut-turut dalam format modern.