Proyek Renovasi Trump Bermasalah, Lincoln Memorial Reflecting Pool AS Dikuras Lagi
- Kolam ikonik Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington DC terpaksa dikuras kembali setelah proyek renovasi yang digagas Donald Trump mengalami berbagai masalah mekanis dan lingkungan.
- Proyek yang awalnya dianggarkan sebesar 1,5 juta dolar AS membengkak hingga melebih 16 million dolar AS akibat masalah kebocoran, lapisan warna yang mengelupas, serta serangan alga hijau.
- Donald Trump menuding adanya sabotase oleh kelompok perusak setelah mantan atlet Olympian David Hearn ditangkap dan didakwa atas dugaan perusakan properti tersebut.
Kawasan ikonik Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington DC, Amerika Serikat, kembali harus dikuras total setelah proyek renovasi besar-besaran yang digagas oleh Presiden Donald Trump mengalami kegagalan. Kolam bersejarah yang terletak di antara Lincoln Memorial dan Monumen Washington ini kini tampak kering merana dengan sisa-sisa puing yang berserakan. Padahal, proyek ini awalnya ditujukan untuk mempercantik ibu kota menjelang perayaan hari jadi ke-250 Amerika Serikat.
Proyek ambisius ini pertama kali diperkenalkan oleh Donald Trump di Oval Office pada April lalu dengan rencana mengubah dasar kolam menjadi warna biru bendera Amerika Serikat atau "American Flag Blue". Trump meyakinkan publik bahwa proyek ini hanya akan memakan biaya sekitar 1,5 juta dolar AS. Namun, anggaran tersebut membengkak secara fantastis hingga menembus angka 16 juta dolar AS atau sekitar Rp 260 miliar pada Juni akibat kompleksitas pengerjaan lapisan khusus polyurea guna menghentikan kebocoran pondasi.
Bukannya pemandangan indah yang didapat, kolam sepanjang 2.000 kaki itu justru dipenuhi alga hijau pekat hanya beberapa hari setelah dibuka kembali pada awal Juni. Lapisan biru yang baru dipasang juga dilaporkan mulai mengelupas akibat cuaca panas ekstrem. Menanggapi kekacauan ini, Trump berkilah bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh aksi sabotase sekelompok orang. "Beberapa pelaku vandalisme telah ditangkap karena merusak pekerjaan ini," klaim Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Kasus ini pun mulai merembet ke ranah hukum setelah mantan atlet Olympian, David Hearn, ikut didakwa atas tuduhan perusakan properti negara, meski dirinya menyatakan tidak bersalah dalam persidangan. Di sisi lain, upaya pembersihan alga menggunakan hidrogen peroksida justru memicu kontroversi baru setelah puluhan bebek ditemukan mati secara misterius di sekitar kolam. Masalah hukum bertambah pelik lantaran yayasan nirlaba The Cultural Landscape Foundation menggugat Kementerian Dalam Negeri AS karena menilai proyek ini melanggar prosedur penataan situs bersejarah.
Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum, mengonfirmasi bahwa pengurasan kolam berkapasitas 6,5 juta galon ini dilakukan secara bertahap sejak pekan lalu. Selain untuk memperbaiki lapisan yang rusak, pengurasan ini juga ditujukan untuk membersihkan sisa-isa kembang api dari perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli. Sebagai informasi, kolam yang dibangun sejak 1923 ini memang memiliki sejarah panjang terkait masalah kebocoran struktur, di mana data internal menunjukkan situs ini kehilangan hingga 16 juta galon air setiap tahunnya jika tidak dirawat dengan benar.