Bongkar Skandal UNGRD Kolombia, Director Baru Siap Bersihkan Mafia Politik di Badan Bencana
- Director anyar UNGRD Kolombia David Santiago Tamayo Roldan berjanji melakukan reorganisasi total dan mengembalikan fokus teknis lembaga penanggulangan bencana.
- Tamayo mengkritik keras proyek energi surya mendadak bernilai fantastis menjelang pergantian pemerintahan yang dinilai tidak relevan dengan darurat bencana.
- Pihaknya mengancam akan menindak tegas pejabat internal yang mengutamakan kepentingan politik ketimbang keselamatan rakyat.
Direktur baru Badan Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia (UNGRD), David Santiago Tamayo Roldan, menegaskan komitmennya untuk melakukan reorganisasi total di tubuh lembaga tersebut. Langkah tegas ini diambil demi membersihkan praktik korupsi dan menghentikan campur tangan kepentingan politik dalam pengalokasian anggaran bencana. Tamayo menyatakan bahwa seluruh keputusan investasi dan pengadaan barang wajib didasarkan pada kajian teknis spesifik, bukan atas kompromi politik.
Dalam wawancara eksklusif bersama media Caracol Radio, Tamayo menyoroti kekacauan manajemen yang terjadi akibat pengeluaran anggaran tanpa pertimbangan ahli. Menurutnya, tindakan gegabah tersebut rentan memicu tindak pidana korupsi dan menyeret pejabat ke ranah hukum. "Ketika sebuah lembaga yang sangat teknis mendistribusikan anggaran dan mengambil keputusan tanpa karakterisasi teknis yang mendukung, lembaga itu sangat mudah terjebak dalam tindakan yang membuatnya harus berhadapan dengan lembaga pengawas," tegas Tamayo.
Tak hanya itu, Tamayo melontarkan kritik pedas terkait keputusan sepihak manajemen lama yang menyetujui proyek panel surya bernilai besar di akhir masa jabatan presiden. Ia menilai proyek jangka panjang tersebut sangat tidak masuk akal ditengah ancaman krisis kekeringan akibat fenomena El Nino yang membutuhkan penanganan cepat. "Kita sedang menghadapi situasi darurat yang butuh rencana aksi cepat untuk mengatasi dampak fenomena El Nino, tetapi secara tidak logis malah diambil keputusan untuk proyek yang tidak bisa diimplementasikan dalam jangka pendek," ujarnya.
Pria yang memiliki pengalaman lebih dari 33 tahun di bidang manajemen risiko ini menegaskan bahwa penunjukannya murni berdasarkan kapasitas profesional, bukan bagi-bagi jatah politik. Ia bahkan memberikan peringatan keras kepada pejabat internal yang enggan mengikuti standar integritas baru untuk segera mengundurkan diri. "Siapa saja yang tidak sejalan dengan gaya kepemimpinan ini harus bersiap untuk mundur," lanjutnya dengan nada tegas.
Dalam rencana strategisnya, Tamayo menetapkan empat prioritas utama, yakni penataan ulang organisasi, pemulihan Sistem Manajemen Risiko Nasional, penegakan prinsip etika anggaran, dan pengutamaan aspek teknis. Untuk menghadapi ancaman El Nino yang semakin nyata, ia berencana memperkuat kolaborasi lintas kementerian seperti Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pertambangan dan Energi agar penanggulangan bencana di Kolombia berjalan responsif dan tepat sasaran.