Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Lingkungan
  • Budaya
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Iran
  • Inggris
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Selat Hormuz
  • Korea Selatan
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Lingkungan Budaya Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Iran Inggris Surabaya Yogyakarta Selat Hormuz Korea Selatan

Bocor! Email Rahasia Ungkap Kekacauan Rencana Trump Musnahkan Alat Kontrasepsi Rp 161 Miliar

Tim Redaksi • 17 Juli 2026, 07:41 • Internasional
  • Bocoran email internal Departemen Luar Negeri AS mengungkap kekacauan rencana pemerintahan Donald Trump untuk memusnahkan alat kontrasepsi senilai hampir 10 juta dolar AS di Belgia.
  • Bantuan kemanusiaan berupa alat kontrasepsi dan pencegah HIV tersebut telantar hingga kedaluwarsa akibat salah urus dan salah klasifikasi sebagai obat aborsi.
  • Pemerintahan AS justru menghabiskan dana ratusan ribu dolar untuk biaya penyimpanan barang rusak tersebut setelah Belgia melarang pemusnahan dengan cara pembakaran.

Dokumen internal berupa puluhan surat elektronik (email) milik Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang baru saja bocor mengungkap kekacauan besar di dalam pemerintahan Presiden Donald Trump. Dokumen-dokumen tersebut memperlihatkan bagaimana para diplomat AS saling kebingungan ketika Washington mendesak pemusnahan bantuan alat kontrasepsi senilai hampir USD 10 juta atau setara Rp 161 miliar (asumsi kurs Rp 16.100). Bantuan yang disimpan di sebuah gudang di Geel, Belgia tersebut sebenarnya ditujukan untuk negara-negara termiskin di dunia.

Kebijakan kontroversial ini bermula ketika pemerintahan Trump, yang disokong oleh efisiensi birokrasi lewat lembaga DOGE pimpinan miliarder Elon Musk, membubarkan lembaga bantuan luar negeri USAID pada awal 2025. Pembubaran ini berdampak langsung pada terlantarnya bantuan kemaslahatan publik. Ironisnya, para pejabat senior di Washington justru secara sepihak mengklaim bahwa alat kontrasepsi tersebut merupakan obat-obatan pemicu aborsi (abortifasien), sebuah tuduhan keliru yang memicu perdebatan sengit di internal pemerintahan.

Dalam salah satu email yang dikirimkan pada Agustus tahun lalu, seorang diplomat di Kedutaan Besar AS untuk Belgia mengeluhkan minimnya informasi yang mereka terima dari Washington. "Tidak ada satu pun orang di sini yang tahu pasti apa saja isi gudang tersebut," tulis diplomat itu setelah media internasional mulai mengendus adanya tumpukan alat kontrasepsi dan obat pencegah HIV di sana. Pemerintah Belgia dan sejumlah organisasi kemanusiaan dunia sebenarnya sempat mencoba membeli pasokan tersebut agar bisa disalurkan sebelum kedaluwarsa, namun upaya mereka dijegal oleh birokrasi AS.

Rencana AS untuk memusnahkan bantuan tersebut akhirnya batal total karena Belgia melarang keras proses insinerasi atau pembakaran komoditas medis tersebut di wilayah mereka. Akibatnya, jutaan alat kontrasepsi, termasuk implan bawah kulit dan spiral (IUD), telantar begitu saja tanpa pengatur suhu yang layak hingga akhirnya rusak dan tidak aman digunakan. Berdasarkan laporan Inspektur Jenderal USAID, kondisi ini justru membuat pemerintah AS harus membuang-buang anggaran hingga lebih dari USD 400.000 (sekitar Rp 6,4 miliar) hanya untuk membayar biaya sewa gudang penyimpanan barang yang telah membusuk tersebut.

Tindakan ceroboh ini pun memicu kritik tajam dari berbagai aktivis hak reproduksi, salah satunya Center for Reproductive Rights yang berhasil memenangkan gugatan keterbukaan informasi publik hingga dokumen ini bocor ke tengah masyarakat. "Pemerintahan ini selalu berbicara lantang tentang pemberantasan pemborosan dan penyalahgunaan wewenang, namun apa yang mereka lakukan di Belgia ini adalah contoh nyata dari pemborosan dan penyalahgunaan itu sendiri," tegas Liz McCaman Taylor, pengacara dari organisasi tersebut.

Tags: Donald Trump Usaid Departemen Luar Negeri As Marco Rubio Belgia
Sumber: Yahoo News

Artikel Lainnya

Lawan Donald Trump, Ilhan Omar Desak AS Segera Gabung Mahkamah Pidana Internasional 17 Jul 2026, 07:52
Donald Trump Kecam Henry Cuellar, Anggota Kongres yang Pernah Ia Ampuni 15 Jul 2026, 03:15
Nyawa Terancam Terus, Donald Trump Malah Sering Jadikan Rencana Pembunuhan Dirinya Bahan Candaan 17 Jul 2026, 07:43
Lawan Donald Trump, Ilhan Omar Desak AS Segera Gabung Mahkamah Pidana Internasional 17 Jul 2026, 07:52

Terbaru

Bikin Mewek, Gunwook ZEROBASEONE Rela Matikan Game Demi Selamatkan Fans Korban Bullying 17 Jul 2026, 14:58
Bikin Heboh, Lionel Messi Intip Botol Minum Rahasia Jordan Pickford Usai Tekuk Inggris 17 Jul 2026, 14:57
Timur Tengah Mencekam, AS Bom Ibu Kota Iran dan Tembak Kapal Tanker Minyak 17 Jul 2026, 14:45
Awas Kepleset Hukum, Kemenkum DIY Wanti-wanti Siswa SMAN 9 Yogyakarta Soal Jejak Digital 17 Jul 2026, 11:15
Badai Besar Terjang Chile, Pekerja Terlambat atau Listrik Padam Tetap Wajib Digaji 17 Jul 2026, 08:35
Badai Besar Intai Chile, Lakukan Langkah Darurat Ini agar Rumah dan HP Tetap Aman 17 Jul 2026, 08:30
Siap-Siap Buntung, Pemain Judi Online di Chile Kini Kena Pajak Tambahan 19 Persen! 17 Jul 2026, 08:27

Kategori

Nasional 121 artikel
Internasional 104 artikel
Ekonomi 96 artikel
Olahraga 87 artikel
Hukum 44 artikel
Entertainment 41 artikel
Bisnis 35 artikel
Lingkungan 24 artikel
Budaya 23 artikel
Teknologi 16 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Iran Inggris Surabaya Yogyakarta Selat Hormuz Korea Selatan
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.