Tren Pekerja Kantoran Cari Lowongan Baru, Survei Laborum Ungkap 80% Karyawan Tidak Puas
- Platform pencari kerja Laborum mencatat tren baru di mana pencarian kerja kini tidak lagi didominasi oleh para penganggur, melainkan oleh mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetap.
- Berdasarkan survei Laborum, sebanyak 80% pekerja di Chili mengaku tidak puas dengan pekerjaan mereka saat ini dan 78% tidak bekerja di bidang impian masa kecil mereka.
- Para ahli menyarankan agar pencari kerja menekankan pada soft skills serta mencantumkan pencapaian berbasis angka yang konkret di dalam daftar riwayat hidup mereka.
Aktivitas mencari pekerjaan baru kini tidak lagi menjadi keputusan yang eksklusif bagi mereka yang sedang menganggur. Di era modern ini, semakin banyak pekerja aktif yang memutuskan untuk berburu peluang di perusahaan lain guna mengejar pertumbuhan karier atau sekadar melakukan perubahan haluan dalam hidup mereka. Tren signifikan di pasar kerja ini diungkapkan langsung oleh pihak Laborum, salah satu platform pencarian kerja digital terkemuka yang berbasis di Chili.
'Hari ini, berpindah pekerjaan bukan lagi sekadar urusan bagi mereka yang menganggur, melainkan juga bagi mereka yang aktif mencari peluang baru atau menginginkan perubahan dalam hidup mereka,' ungkap Direktur Komersial Laborum, Diego Tala, dalam sesi wawancara mendalam. Fenomena ini didorong oleh pergeseran cara pandang pekerja terhadap kepuasan profesional mereka yang kini menjadi prioritas utama di atas sekadar bertahan di satu tempat kerja dalam waktu lama.
Tren ini diperkuat oleh hasil riset internal dari Laborum yang memaparkan data mengejutkan mengenai tingkat kepuasan tenaga kerja. Berdasarkan studi tersebut, sekitar 80% pekerja di Chili mengaku merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka saat ini. Selain itu, sekitar 78% dari total responden menyatakan bahwa pekerjaan yang mereka jalani sekarang tidak sesuai dengan profesi impian mereka ketika masih kecil dulu.
Tala menambahkan bahwa meskipun rasa tidak puas sering muncul akibat ketidaksesuaian profesi dengan cita-cita masa kecil, banyak pekerja yang tetap bertahan demi kestabilan finansial. Namun, tingginya angka ketidakpuasan ini memicu gelombang besar migrasi pekerja yang secara sembunyi-sembunyi maupun terbuka mencari posisi baru di luar jam kerja mereka. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk lebih peka dalam merancang strategi retensi karyawan agar tidak kehilangan talenta terbaik mereka.
Menanggapi fenomena tersebut, Laborum membagikan kiat penting bagi para pekerja yang ingin berpindah haluan. Bagi pekerja berpengalaman, sangat disarankan untuk menjabarkan tanggung jawab sebelumnya beserta pencapaian konkret yang didukung oleh data angka. Sementara untuk lulusan baru, mencantumkan pengalaman magang, kegiatan sukarela, hingga hobi aktif dapat membantu membangun profil yang dinilai lebih bernilai tinggi dan berintegritas di mata perekrut kerja.