Senat Cile Mulai Voting RUU Rekonstruksi, Targetkan Pemulihan Ekonomi Pascakebakaran
- Senat Cile resmi memulai pembahasan dan pemungutan suara intensif terkait RUU Rekonstruksi Nasional dan Pengembangan Ekonomi Sosial.
- Artikel pertama yang menyetujui peningkatan Dana Rekonstruksi dari 800 miliar peso menjadi 1,2 triliun peso berhasil disepakati secara aklamasi.
- RUU ini mencakup reformasi struktural seperti penurunan pajak korporasi besar dari 27 persen menjadi 23 persen guna merangsang pertumbuhan ekonomi.
Sidang Paripurna Senat Cile resmi memulai pembahasan mendalam serta pemungutan suara per pasal untuk rancangan undang-undang (RUU) Rekonstruksi Nasional dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial. Regulasi yang juga populer dengan sebutan "Ley Miscelanea" atau "Ley Omnibus" ini dirancang untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana sekaligus mendongkrak perekonomian negara yang sedang lesu.
Pada pemungutan suara putaran awal, para senator secara bulat menyetujui Pasal 1 dari inisiatif tersebut. Keputusan ini meloloskan peningkatan alokasi Dana Rekonstruksi secara signifikan, dari yang semula bernilai 800 miliar peso Cile kini melonjak menjadi 1,2 triliun peso Cile. Dana darurat tersebut juga diperluas cakupannya untuk membiayai penanganan dampak kebakaran hutan hebat yang melanda wilayah Valparaiso, Nuble, dan Biobio.
Kendati demikian, jalannya sidang legislatif ini diwarnai oleh perdebatan sengit antarfaksi politik mengenai dampak ekonomi riil dari regulasi tersebut. Sejumlah senator mengkhawatirkan efektivitas kebijakan fiskal yang diusulkan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan insentif pajak dan skema pembiayaan jangka panjang. "Masalah utamanya adalah kami diminta untuk mendukung sebuah janji tanpa ditunjukkan bagaimana cara konkret untuk mencapainya," ujar Senator Yasna Provoste dari partai Demokrat Kristen.
Di kubu oposisi, desakan agar RUU ini segera disahkan terus mengalir demi memutus rantai kelesuan ekonomi nasional. Senator Javier Macaya dari partai UDI menegaskan pentingnya momentum ini bagi masa depan investasi di Cile. "Hari ini kita sedang menentukan pilihan apakah Cile dapat kembali mempercayai kemampuannya untuk bangkit setelah bertahun-tahun terjebak dalam kelesuan ekonomi," ungkapnya di sela-sela persidangan.
Secara garis besar, megaproyek regulasi yang diajukan oleh pihak eksekutif ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni rekonstruksi pascabencana, peningkatan daya saing pajak, reformasi perizinan lingkungan, serta pengetatan belanja publik. Beberapa poin krusial di dalamnya mencakup pemotongan pajak korporasi untuk perusahaan skala besar dari 27 persen menjadi 23 persen, pemberian insentif pajak bagi investor asing, serta pembebasan pajak properti pertama bagi warga lanjut usia di atas 65 tahun.