Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Hukum
  • Teknologi
  • Lingkungan
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Inggris
  • Kolombia
  • Iran
  • Selat Hormuz
  • Yogyakarta
  • Korea Selatan
  • Subang
  • Manchester United
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Entertainment Bisnis Budaya Hukum Teknologi Lingkungan
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Inggris Kolombia Iran Selat Hormuz Yogyakarta Korea Selatan Subang Manchester United

Pergeseran Bisnis di Santiago Centro, Jumlah Bank Menyusut dan Restoran Menjamur

Equipo Chocale • 15 Juli 2026, 06:15 • Ekonomi
  • Kekosongan lahan ritel di Santiago Centro turun ke angka 12,48 persen pada semester pertama tahun 2026 yang menjadi level terendah dalam tiga semester terakhir.
  • Terjadi pergeseran tren bisnis yang masif di mana sektor perbankan menyusut drastis dari 24 persen pada 2015 menjadi hanya 13 persen saat ini.
  • Sektor kuliner seperti restoran dan kafe kini mendominasi kawasan pusat kota Santiago dengan penguasaan lahan mencapai 20,46 persen.

Pusat kota Santiago Centro di Chile mencatatkan perkembangan positif di sektor properti komersial dengan penurunan tingkat kekosongan toko ke angka 12,48 persen selama semester pertama tahun 2026. Angka desocupacion ini merupakan pencapaian terendah selama tiga semester berturut-turut di wilayah tersebut. Berdasarkan laporan komprehensif High Street Santiago Centro 1S 2026 yang dirilis oleh konsultan properti ternama CBRE, tercatat ada sebanyak 1.661 unit toko komersial atau setara dengan 306.728 meter persegi lahan di kawasan bersejarah Casco Historico yang dianalisis secara mendalam.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa pasar berhasil menyerap sekitar 3.268 meter persegi lahan ritel selama periode tersebut, melonjak sebesar 37,6 persen dibandingkan dengan capaian semester sebelumnya. Berkat tren positif ini, aktivitas perdagangan ritel jalanan (street-level retail) di Santiago berhasil mengumpulkan serapan bersih hingga mendekati 8.000 meter persegi sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026. Hal ini mencerminkan pulihnya gairah ekonomi lokal pasca-pandemi dan gejolak sosial yang sempat melumpuhkan aktivitas usaha beberapa tahun lalu.

Selain penurunan angka toko kosong, CBRE mendeteksi adanya transformasi struktural yang signifikan pada jenis usaha yang mendominasi kawasan pusat kota. Sektor layanan keuangan seperti kantor cabang bank, yang satu dekade lalu mendominasi lanskap perkotaan, kini mulai tergusur oleh sektor konsumsi harian masyarakat. Lokasi-lokasi strategis yang dulu dipenuhi mesin ATM dan meja teller kini telah berganti fungsi menjadi gerai kuliner, kafe estetis, apotek, serta pusat perawatan kecantikan pribadi.

'Lebih dari sekadar kembalinya pusat kota yang lama, apa yang kita lihat sekarang adalah rekonstruksi dari lanskap ritel jalanan. Rendahnya ruang kosong dan tingginya retensi penyewa menunjukkan pasar yang jauh lebih stabil, meski kondisinya berbeda dibanding satu dekade lalu. Saat ini layanan keuangan kehilangan pangsa pasar dan ruang tersebut direbut oleh sektor yang berkaitan erat dengan arus harian masyarakat seperti gastronomi, kesehatan, dan perawatan diri,' ujar Analis Riset CBRE Chile, Victoria Lanas.

Jika ditilik dari rincian data saat ini, sektor hiburan dan rekreasi yang mencakup restoran, kafe, dan makanan cepat saji memimpin penguasaan lahan dengan porsi mencapai 20,46 persen. Sektor pakaian, alas kaki, dan aksesori menyusul di peringkat kedua dengan angka 15 persen, disusul ketat oleh sektor kesehatan dan perawatan diri sebesar 14 persen. Sebaliknya, sektor jasa keuangan mengalami kemerosotan drastis dari yang semula menguasai 24 persen ruang komersial pada akhir tahun 2015, kini menyusut hingga hanya tersisa 13 persen saja.

Laporan ini juga menyoroti tingkat bertahannya penyewa (retention rate) yang mencapai angka impresif sebesar 82,6 persen setelah sempat diterpa badai ketidakpastian ekonomi akibat aksi demonstrasi besar-besaran dan pandemi global. Sebagai perbandingan, pada akhir tahun 2021, tercatat hanya sekitar 49 persen lahan ritel yang masih dihuni oleh penyewa yang sama dari era sebelum krisis tersebut. Pulihnya stabilitas ini juga mendorong kenaikan harga sewa rata-rata sebesar 6,6 persen menjadi 0,75 Unidad de Fomento (UF) per meter persegi dari yang sebelumnya hanya sebesar 0,70 UF per meter persegi.

Tags: Santiago Cbre Chile
Sumber: chocale.cl

Artikel Lainnya

Menteri Keuangan Chile Jorge Quiroz Batalkan Rencana Penurunan Tambahan Pajak Korporasi 15 Jul 2026, 06:14
Kasus Factop, CMF Denda LarrainVial Asset Management Karena Lalai Kelola Dana 15 Jul 2026, 06:06
ANI Sosialisasikan Tarif Tol Khusus di Autopistas del Cafe Kolombia 15 Jul 2026, 13:04
Sensus Ekonomi DANE Catat Lebih Dari 2 Juta Bisnis Beroperasi di Kolombia 15 Jul 2026, 06:05

Terbaru

Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Heboh Ko Young Wook Minta Stop Dihujat Usai Lontarkan Candaan Ingin Jadi Aktor Film Dewasa 15 Jul 2026, 15:34
ANI Sosialisasikan Tarif Tol Khusus di Autopistas del Cafe Kolombia 15 Jul 2026, 13:04
Todd Blanche Diprediksi Mulus Jadi Jaksa Agung AS, Didukung Kubu Republik 15 Jul 2026, 12:12
Dua Rekrutan Cerdas, Manchester United Resmi Angkut Youri Tielemans dan Andrey Santos 15 Jul 2026, 12:00
DPRD Subang Dorong Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah dalam KUA-PPAS 2027 15 Jul 2026, 11:43
Geoff Hurst Bela Sikap Cuek Jude Bellingham Terhadap Kritik Thomas Tuchel 15 Jul 2026, 11:30

Kategori

Internasional 30 artikel
Nasional 27 artikel
Ekonomi 22 artikel
Olahraga 18 artikel
Entertainment 9 artikel
Bisnis 9 artikel
Budaya 4 artikel
Hukum 3 artikel
Teknologi 3 artikel
Lingkungan 2 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Inggris Kolombia Iran Selat Hormuz Yogyakarta Korea Selatan Subang Manchester United
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.