Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Prancis
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Spanyol
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Surabaya Yogyakarta Spanyol

Iqbal Tawarkan Bali Jadi Destinasi Wisata Hijau, Pasokan EBT dari NTB dan NTT

Idham Khalid • 15 Juli 2026, 19:20 • Ekonomi
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menawarkan konsep kerja sama regional KRBNN untuk menjadikan Bali sebagai destinasi wisata hijau 100 persen menggunakan pasokan EBT dari NTB dan NTT.
  • NTB dan NTT memiliki potensi energi terbarukan raksasa, termasuk rencana pemanfaatan 15 bendungan besar di NTB serta potensi total hingga 396 GW di NTT.
  • Kedua kepala daerah mendesak pemerintah pusat untuk melakukan relaksasi regulasi wilayah usaha kelistrikan dan menawarkan kemudahan perizinan lewat program NTB Capital.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menawarkan konsep visioner untuk menjadikan Bali sebagai destinasi wisata hijau (green tourism) kelas dunia. Langkah strategis ini digagas melalui pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang bersumber dari NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Gagasan besar tersebut dipaparkan langsung oleh Iqbal dalam forum internasional Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di Bali.

Menurut Iqbal, kolaborasi segitiga antara Bali, NTB, dan NTT yang tergabung dalam Kerja Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KRBNN) dapat menjadi cetak biru transisi energi nasional. Melalui skema ini, Bali tidak perlu lagi terbebani oleh pembangunan infrastruktur pembangkit listrik baru yang berpotensi merusak estetika lingkungan pulau dewata tersebut. Kawasan NTB dan NTT diklaim memiliki cadangan serta potensi energi surya yang melimpah untuk menopang kebutuhan tetangganya.

'Bayangkan Bali menjadi destinasi wisata yang benar-benar 100 persen hijau. Bali tidak perlu lagi membangun pembangkit listrik sendiri karena kebutuhan energinya bisa dipasok dari NTB dan NTT. Potensi energi surya di kedua provinsi ini sangat besar,' ujar Iqbal di hadapan para pemangku kepentingan energi bersih.

Secara teknis, NTB memiliki modal kuat dengan keberadaan 77 bendungan, di mana 15 bendungan berukuran besar dinilai sangat layak untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terapung (floating solar photovoltaic). Pemerintah daerah mengalkulasikan bahwa pemanfaatan 20 persen luas genangan bendungan tersebut mampu menghasilkan daya listrik hingga 500 megawatt (MW). Jika dikombinasikan dengan potensi masif di NTT, kedua wilayah ini diproyeksikan mampu menyuplai pasokan interkoneksi super grid sebesar 5 hingga 7 gigawatt (GW) dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Untuk memuluskan langkah tersebut, Pemprov NTB juga memperkenalkan program NTB Capital sebagai instrumen jaminan kemudahan bagi para investor global yang tertarik menanamkan modalnya. Program ini dirancang khusus untuk mempercepat rantai birokrasi perizinan serta mitigasi konflik sosial di sekitar lokasi proyek pembangkit. 'NTB Capital akan menjadi assurance bagi investor. Kami membantu mempercepat proses perizinan sekaligus memfasilitasi penyelesaian berbagai isu sosial yang mungkin muncul di sekitar lokasi investasi,' kata Iqbal menambahkan.

Kendati demikian, Iqbal juga menyoroti pentingnya relaksasi regulasi dari pemerintah pusat, terutama pemberian wilayah usaha (Wilus) mandiri bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Mandalika untuk memproduksi listrik EBT hingga 100 MW. Senada dengan hal itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan kesiapan total daerahnya yang memiliki potensi EBT hingga 396 GW berkat tingginya radiasi matahari di wilayah tersebut. Melki menjamin kepastian tata ruang dan ekosistem investasi yang kondusif bagi siapa saja mitra yang ingin bekerja sama.

Tags: Lalu Muhamad Iqbal Emanuel Melkiades Laka Lena Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali, Inovasi Event Spillover yang Luput 15 Jul 2026, 10:56
Sekolah Sepi Peminat di Bali Bakal Di-regrouping, Gedung Dialihkan Jadi Fasum 15 Jul 2026, 10:27
Arti Mimpi Mandi dengan Orang Tanpa Wajah, Ternyata Ini Makna di Baliknya 15 Jul 2026, 15:18
Arti Mimpi Kantin Sekolah Kosong, Rahasia Anda Bakal Terbongkar 15 Jul 2026, 15:17

Terbaru

Kisah WS Game Company, Coba Bikin Monopoly 'Made in USA' Demi Hindari Tarif Donald Trump 15 Jul 2026, 19:42
Kabar Baik Pengusaha SPBU Kolombia, SOLDICOM Perpanjang Otomatis Polis Asuransi RCE Mulai 1 Agustus 15 Jul 2026, 19:41
Piala Dunia 2026, Penjualan SPBU di Kolombia Naik hingga 4 Persen 15 Jul 2026, 19:41
RUU Perumahan AS Resmi Jadi Undang-Undang Tanpa Tanda Tangan Donald Trump 15 Jul 2026, 19:40
Persebaya Youthcon 2026, Wadah Kreativitas Generasi Muda Menyambut HUT ke-99 Bajol Ijo 15 Jul 2026, 19:40
Tren Kado Hari Anak 2026, Konsol Nintendo Switch 2 dan Mainan Edukasi Jadi Buruan Utama 15 Jul 2026, 19:38
Sah Resmi Berlaku, Jam Kerja di Kolombia Turun Jadi 42 Jam Seminggu Tanpa Potong Gaji 15 Jul 2026, 19:38

Kategori

Nasional 61 artikel
Internasional 60 artikel
Ekonomi 59 artikel
Olahraga 53 artikel
Hukum 26 artikel
Entertainment 21 artikel
Bisnis 21 artikel
Budaya 17 artikel
Lingkungan 14 artikel
Teknologi 6 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Surabaya Yogyakarta Spanyol
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.