Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Hukum
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Yogyakarta
  • Selat Hormuz
  • Surabaya
  • Medan
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Bisnis Entertainment Hukum Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Yogyakarta Selat Hormuz Surabaya Medan

Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali, Inovasi Event Spillover yang Luput

I Gede Sumitra Jaya • 15 Juli 2026, 10:56 • Ekonomi
  • Aktivitas nonton bareng Piala Dunia oleh wisatawan asing di kawasan wisata Bali seperti Canggu dan Seminyak sukses menggerakkan ekonomi lokal secara masif.
  • Fenomena ini menciptakan limpahan ekonomi (spillover economy) organik yang sayangnya belum dilirik pemerintah daerah sebagai strategi resmi pembangunan pariwisata.
  • Pemerintah daerah didorong mengubah paradigma dengan mengelola event spillover internasional guna memperkuat sektor UMKM hingga night-time economy di Pulau Dewata.

Pemerintah daerah di berbagai belahan dunia saat ini tengah berlomba-lomba untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional kelas dunia. Mulai dari konferensi tingkat tinggi, festival budaya, konser musik spektakuler, hingga kompetisi olahraga bergengsi, semuanya dipandang sebagai instrumen paling ampuh untuk menarik minat wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal. Logika yang melatarbelakanginya sangat sederhana, yakni semakin besar sebuah peristiwa yang digelar, maka akan semakin besar pula perputaran uang yang dihasilkan di daerah tersebut.

Namun, ada sebuah ironi menarik yang jarang disadari oleh para pengambil kebijakan di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata. Di Bali, aktivitas ekonomi justru tumbuh subur dan bergerak masif dari sebuah peristiwa olahraga besar yang sama sekali tidak diselenggarakan di Indonesia, yaitu turnamen Piala Dunia. Selama beberapa pekan terakhir, banyak sports bar, beach club, restoran, hingga kafe di kawasan wisata populer seperti Canggu, Seminyak, Uluwatu, hingga Sanur dipenuhi oleh ribuan wisatawan asing yang datang berbondong-bondong hanya untuk menyaksikan pertandingan bersama.

Para turis mancanegara ini tidak sekadar duduk manis menonton pertandingan sepak bola di layar kaca. Mereka secara aktif membeli makanan dan minuman, menggunakan jasa transportasi daring, memperpanjang waktu singgah di kawasan wisata, bahkan tidak sedikit dari mereka yang sengaja menyesuaikan agenda liburannya di Bali agar dapat tetap mengikuti jalannya pertandingan tim nasional negara asal mereka. Fenomena unik ini membuktikan bahwa bagi Bali, Piala Dunia bukan lagi sekadar peristiwa olahraga global biasa, melainkan sudah menjelma menjadi sebuah instrumen peristiwa ekonomi yang nyata.

Sangat disayangkan, aktivitas ekonomi yang tumbuh dari momentum olahraga dunia tersebut hingga kini masih berlangsung secara organik melalui inisiatif mandiri para pelaku usaha setempat. Pemerintah daerah dinilai belum melihat fenomena ini sebagai bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi maupun upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). 'Padahal, di sinilah sesungguhnya terdapat ruang inovasi kebijakan yang selama ini luput dari perhatian kita semua,' ungkap akademisi sekaligus Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Publik Universitas Udayana, I Gede Sumitra Jaya.

Menurut analisisnya, pembangunan pariwisata Bali selama ini masih terlalu didominasi oleh paradigma destination economy, yaitu fokus pada bagaimana menarik wisatawan untuk datang melalui promosi destinasi, pembangunan infrastruktur fisik, atau penyelenggaraan acara lokal di daerah sendiri. Pendekatan konvensional tersebut tentu saja tetap relevan untuk dipertahankan. Akan tetapi, dinamika perubahan perilaku wisatawan global saat ini menunjukkan bahwa daya saing suatu destinasi tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang secara fisik dimiliki oleh daerah tersebut, melainkan juga dari kemampuannya mengelola berbagai momentum besar yang terjadi di luar wilayahnya.

Di era digital yang serbacepat ini, perhatian masyarakat dunia bergerak sangat dinamis mengikuti berbagai peristiwa berskala global. Melalui pengelolaan yang tepat, pemerintah daerah sebenarnya dapat menyusun kalender Global Event Tourism yang memanfaatkan berbagai agenda internasional, mulai dari Piala Dunia, Olimpiade, Formula 1, hingga turnamen tenis Grand Slam, yang diintegrasikan dengan promosi UMKM lokal dan event kuliner malam. Hal ini dinilai jauh lebih murah karena pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran daerah hingga miliaran rupiah hanya untuk menjadi tuan rumah, melainkan cukup dengan membangun ekosistem yang mampu menangkap limpahan ekonomi yang sudah terbentuk secara alami.

Tags: Bali Universitas Udayana Canggu Seminyak I Gede Sumitra Jaya
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

Sekolah Sepi Peminat di Bali Bakal Di-regrouping, Gedung Dialihkan Jadi Fasum 15 Jul 2026, 10:27
LKBN ANTARA Gelar Pameran Foto Negeri Bola di Nusa Dua Bali 15 Jul 2026, 03:04
Kunci Jawaban Matematika Kelas 11 Halaman 169 170, Panduan Pembahasan Operasi Vektor 15 Jul 2026, 03:10
Memahami Makna dan Doa Ikatan Perkawinan Hindu, Menyatukan Hati di Hadapan Sang Hyang Widhi 15 Jul 2026, 10:26

Terbaru

Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Heboh Ko Young Wook Minta Stop Dihujat Usai Lontarkan Candaan Ingin Jadi Aktor Film Dewasa 15 Jul 2026, 15:34
ANI Sosialisasikan Tarif Tol Khusus di Autopistas del Cafe Kolombia 15 Jul 2026, 13:04
Todd Blanche Diprediksi Mulus Jadi Jaksa Agung AS, Didukung Kubu Republik 15 Jul 2026, 12:12
Dua Rekrutan Cerdas, Manchester United Resmi Angkut Youri Tielemans dan Andrey Santos 15 Jul 2026, 12:00
DPRD Subang Dorong Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah dalam KUA-PPAS 2027 15 Jul 2026, 11:43
Geoff Hurst Bela Sikap Cuek Jude Bellingham Terhadap Kritik Thomas Tuchel 15 Jul 2026, 11:30

Kategori

Internasional 43 artikel
Nasional 40 artikel
Ekonomi 34 artikel
Olahraga 28 artikel
Bisnis 13 artikel
Entertainment 12 artikel
Hukum 11 artikel
Budaya 8 artikel
Lingkungan 5 artikel
Teknologi 4 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Yogyakarta Selat Hormuz Surabaya Medan
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.