Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Prancis
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Spanyol
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Surabaya Yogyakarta Spanyol

Biaya Perawatan Gigi RI Tertinggi Kedua di ASEAN, Tren Skinification Jadi Solusi

Redaksi • 15 Juli 2026, 18:50 • Ekonomi
  • Pengeluaran masyarakat Indonesia untuk perawatan gigi menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura dengan rata-rata mencapai 1.160 dollar AS.
  • Tingginya biaya penanganan medis mendorong pergeseran tren ke arah perawatan preventif melalui konsep skinification pada kesehatan rongga mulut.
  • Dokter gigi menyarankan masyarakat untuk lebih selektif memilih produk perawatan yang mengandung teknologi enzim lembut guna melindungi enamel gigi.

Pengeluaran masyarakat Indonesia untuk perawatan kesehatan gigi kini tercatat menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara. Berdasarkan data WHO's Oral Health Country Profile yang dirilis Badan Kebijakan Kementerian Kesehatan RI, rata-rata biaya yang dikeluarkan masyarakat mencapai 1.160 dollar AS atau berada tepat di bawah Singapura. Tingginya angka ini membuktikan bahwa kurangnya proteksi harian pada gigi dapat memicu beban finansial yang sangat besar ketika harus beralih ke tindakan medis.

Kondisi tersebut mendorong lahirnya tren baru di tengah masyarakat yang kini mulai mengadopsi konsep 'skinification' dalam perawatan gigi dan mulut. Konsep yang awalnya populer di industri perawatan kulit ini menekankan pentingnya perlindungan enamel gigi layaknya menjaga skin barrier pada kulit wajah. Kesadaran masyarakat perlahan bergeser dari sekadar membersihkan sisa makanan menjadi upaya aktif untuk merawat, melindungi, dan memperbaiki rongga mulut secara preventif sebelum kerusakan parah terjadi.

Praktisi kesehatan gigi, drg. Zahrah Almira Cita Utami, mengungkapkan bahwa edukasi mengenai langkah preventif di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Banyak pasien mengeluhkan efektivitas pasta gigi pencerah tanpa menyadari kebiasaan buruk harian mereka sendiri. 'Banyak pasien yang datang ke saya dan mengeluhkan mengapa belum ada perubahan meskipun sudah menggunakan pasta gigi pencerah. Kenyataannya, kalau kebiasaan merokok, mengopi, dan makan makanan yang berwarna pekat masih terus dilakukan, stain akan tetap menempel dengan kuat,' tuturnya.

Untuk menekan risiko diskolorasi atau perubahan warna gigi, Zahrah membagikan beberapa tips praktis yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. 'Kalau kebiasaan tersebut tidak bisa dikurangi, pastikan untuk selalu bilas atau berkumur menggunakan air mineral setelahnya. Jika mengonsumsi minuman yang berwarna, bisa menggunakan sedotan untuk mengurangi dampak diskolorasi warna gigi,' paparnya. Upaya sederhana ini dinilai efektif meminimalkan penumpukan noda sebelum akhirnya memerlukan pembersihan karang gigi yang berbiaya mahal di klinik.

Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dalam memilih produk pasta gigi yang beredar di pasaran saat ini. Penggunaan formula berbasis enzim seperti Papain, Dextranase, dan Lysozyme kini lebih disarankan dibandingkan bahan abrasif kasar karena mampu meluruhkan noda berbasis protein dengan lebih lembut tanpa mengikis enamel gigi. 'Pastikan tidak hanya menggunakan pasta gigi yang hanya memiliki busa banyak, tapi nyatanya tidak dapat mengangkat noda atau stain. Saya menyarankan pasta gigi yang sudah ada uji labnya,' pungkas Zahrah.

Tags: Indonesia Singapura Kementerian Kesehatan Who Zahrah Almira Cita Utami
Sumber: tribunnews.com

Artikel Lainnya

Kinerja Pembangkit Lampaui Target, Penjualan Listrik PLN Indonesia Power Tembus 109 Persen 15 Jul 2026, 03:08
KemenPPPA Resmi Rilis Tema Hari Anak Nasional 2026, Fokus Perlindungan dan Masa Depan 15 Jul 2026, 15:22
Alasan di Balik Warna Hijau yang Begitu Identik dengan Masjid dan Makna Psikologisnya 15 Jul 2026, 19:22
Wuling Indonesia Perkenalkan Aira EV, Mobil Listrik Perkotaan Baru dengan Daya Jelajah 300 Km 15 Jul 2026, 11:02

Terbaru

Kisah WS Game Company, Coba Bikin Monopoly 'Made in USA' Demi Hindari Tarif Donald Trump 15 Jul 2026, 19:42
Kabar Baik Pengusaha SPBU Kolombia, SOLDICOM Perpanjang Otomatis Polis Asuransi RCE Mulai 1 Agustus 15 Jul 2026, 19:41
Piala Dunia 2026, Penjualan SPBU di Kolombia Naik hingga 4 Persen 15 Jul 2026, 19:41
RUU Perumahan AS Resmi Jadi Undang-Undang Tanpa Tanda Tangan Donald Trump 15 Jul 2026, 19:40
Persebaya Youthcon 2026, Wadah Kreativitas Generasi Muda Menyambut HUT ke-99 Bajol Ijo 15 Jul 2026, 19:40
Tren Kado Hari Anak 2026, Konsol Nintendo Switch 2 dan Mainan Edukasi Jadi Buruan Utama 15 Jul 2026, 19:38
Sah Resmi Berlaku, Jam Kerja di Kolombia Turun Jadi 42 Jam Seminggu Tanpa Potong Gaji 15 Jul 2026, 19:38

Kategori

Nasional 61 artikel
Internasional 60 artikel
Ekonomi 59 artikel
Olahraga 53 artikel
Hukum 26 artikel
Entertainment 21 artikel
Bisnis 21 artikel
Budaya 17 artikel
Lingkungan 14 artikel
Teknologi 6 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Prancis Surabaya Yogyakarta Spanyol
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.