Pemkab Solok Selatan Apresiasi Lima Koperasi Berkinerja Terbaik
- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memberikan penghargaan kepada lima koperasi berprestasi dalam momentum Hari Koperasi ke-79.
- Penghargaan diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan usaha yang membuktikan kelima koperasi tersebut masuk dalam kategori sehat.
- Dinas Perindagkop UKM Solok Selatan mencatat ada 149 koperasi aktif dan 60 koperasi tidak aktif yang memerlukan pembinaan intensif.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memberikan penghargaan kepada lima koperasi berprestasi dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas kinerja koperasi yang dinilai mampu menjaga tata kelola organisasi dengan baik. Selain itu, kelima koperasi tersebut dianggap berhasil mempertahankan kesehatan keuangan di tengah dinamika ekonomi yang menantang.
Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, pada upacara peringatan Hari Koperasi ke-79 yang digelar secara khidmat di Halaman Kantor Bupati Solok Selatan. Agenda tahunan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pelaku koperasi, serta sejumlah tamu undangan penting. Kehadiran para pemangku kepentingan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam memajukan sektor ekonomi kerakyatan.
Adapun lima koperasi yang berhasil menerima penghargaan prestisius tersebut adalah Koperasi Tani Bangun Pagi, Koperasi Dharmawanita Persatuan, Koperasi BMT Ayyasi, Koperasi BMT El-Itqan, dan Koperasi Bina Sejahtera. Kelima koperasi itu dinilai sukses menunjukkan pengelolaan usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi lembaga keuangan mikro lainnya di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Solok Selatan, Musferi Hendra, menjelaskan bahwa penghargaan diberikan berdasarkan hasil evaluasi yang ketat. Penilaian komprehensif ini mengacu pada hasil pemeriksaan kesehatan koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi yang memiliki unit usaha simpan pinjam (USP). Langkah pembinaan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sektor keuangan mikro.
"Penghargaan ini atas hasil pemeriksaan kesehatan koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi yang memiliki usaha simpan pinjam (USP). Koperasi yang mendapatkan penghargaan ini merupakan koperasi yang berada dalam kategori sehat," kata Musferi saat memberikan keterangan kepada awak media. Dirinya menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala mengelompokkan koperasi ke dalam kategori sehat, cukup sehat, dalam pengawasan, hingga pengawasan khusus.
Berdasarkan data terkini, saat ini terdapat 149 koperasi aktif yang beroperasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di Kabupaten Solok Selatan. Sementara itu, tercatat sebanyak 60 koperasi lainnya masih berstatus tidak aktif sehingga memerlukan pembinaan lebih lanjut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendampingi puluhan koperasi pasif tersebut agar dapat segera beroperasi kembali demi mendongkrak perekonomian lokal.