Pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi kecerdasan buatan memicu lonjakan pembangunan pusat data di Indonesia, sehingga industri mendorong standar baru ekosistem elektrikal yang andal dan terintegrasi.
“Kami menghubungkan teknologi, informasi, dan keahlian sesuai kebutuhan spesifik industri," ujar Michael di Jakarta, Rabu (2/9/2026).”
— Wirawan Corporation
Pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi kecerdasan buatan yang kian masif memicu lonjakan pembangunan pusat data atau data center di berbagai wilayah Indonesia. Namun, keandalan dan efisiensi infrastruktur fisik ini sangat bergantung pada pasokan serta sistem kelistrikan yang andal, aman, dan terintegrasi penuh.
Menjawab tantangan tersebut, pemain industri penyedia solusi elektrikal nasional memperkuat kapabilitasnya dalam menyediakan ekosistem kelistrikan dari hulu ke hilir secara menyeluruh. Langkah strategis ini ditunjukkan oleh Wirawan Corporation dalam pameran Electric & Power Indonesia 2026 yang berlangsung pada 2 hingga 5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
President Director Wirawan Corporation, Michael Hardinata Wirawan, menuturkan bahwa perkembangan infrastruktur modern membutuhkan sistem elektrikal yang tidak hanya andal tetapi juga efisien secara digital. "Digitalisasi, otomasi, kebutuhan efisiensi energi, hingga perkembangan data center membuka banyak peluang baru," ujar Michael di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Ia menambahkan bahwa tantangan ini membutuhkan perubahan cara berpikir dalam mengelola pasokan energi agar dapat memenuhi standar operasional yang ketat. "Kami menghubungkan teknologi, informasi, dan keahlian sesuai kebutuhan spesifik industri," lanjutnya guna menegaskan komitmen perusahaan.
Solusi Terintegrasi dan Rantai Pasok Kelistrikan
Sistem kelistrikan pusat data memerlukan tingkat keandalan yang sangat tinggi tanpa adanya toleransi henti atau zero downtime dalam operasional sehari-hari. Kebutuhan infrastruktur fisik ini mencakup distribusi daya, proteksi arus listrik, sistem pencadangan UPS, manajemen beban, hingga penataan jalur kabel dan pendinginan.
Melalui tiga entitas usahanya, PT Telesindo Citra Sejahtera, PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo, dan PT Graha Anugrah Elektrindo, Wirawan Corporation menghadirkan solusi multi-brand terintegrasi. Portofolio produk yang disediakan mencakup seluruh rantai pasok kelistrikan dari berbagai merek global terkemuka untuk mendukung sektor teknologi.
Berbagai perangkat pendukung yang dihadirkan meliputi sistem distribusi daya dari Schneider Electric, Legrand, dan Socomec, serta solusi critical power dari APC dan Delta. Selain itu, terdapat pula sistem pengamanan gedung dari Honeywell, Notifier, Bosch, hingga perlindungan petir dari OBO dan Cablofil.
Guna mendukung kemudahan akses material mekanikal dan elektrikal bagi para pengembang maupun kontraktor, perusahaan juga mengandalkan platform e-commerce B2B Hokione.id. Platform digital ini dirancang untuk mempercepat pengadaan komponen penunjang infrastruktur secara efisien.
Read Also
Sejarah Multipleksing Momentum Sudut Orbital dalam Telekomunikasi
Multipleksing momentum sudut orbital adalah metode lapisan fisik yang...
Alasan China Pajang Wajah Ilmuwan di Billboard Raksasa Kota
Alih-alih iklan komersial, sudut-sudut strategis perkotaan di China dipenuhi...
Sejarah Phonograph Perangkat Reproduksi Suara Analog Pertama di Dunia
Phonograph adalah perangkat mekanis dan analog untuk mereproduksi suara yang...
Energi Jadi Nadi Negara Sekali Padam Layanan Publik Bisa Tumbang
Energi memegang posisi yang sangat strategis dalam menopang layanan...
Kolaborasi Strategis dan Standar Industri Masa Depan
Fleksibilitas dan keamanan instalasi kelistrikan pada fasilitas pusat data menuntut adanya kolaborasi erat antara pihak manufaktur, para ahli teknik, serta para kontraktor berpengalaman. Sinergi lintas sektor ini dinilai krusial untuk memastikan setiap proyek infrastruktur mematuhi standar keselamatan internasional yang berlaku.
Dalam ajang Electric & Power Indonesia 2026, Wirawan Corporation secara resmi menggalang kerja sama strategis bertajuk One Vision, One Future bersama Schneider Electric dan Himpunan Ahli Elektro Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk merumuskan standar baru dalam pengelolaan ekosistem elektrikal yang berkelanjutan.
Para pemangku kepentingan industri teknologi dan energi berharap langkah kolaboratif ini dapat menjadi acuan baru bagi pengembangan infrastruktur digital di tanah air. Perkembangan ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan lonjakan konsumsi energi seiring masifnya ekspansi pusat data berbasis komputasi awan.
Ketersediaan produk kelistrikan pusat data mencakup distribusi daya, proteksi arus listrik, sistem pencadangan uninterruptible power supply, manajemen beban, hingga penataan jalur kabel dan pendinginan.