PSSI resmi menerapkan aturan baru Laws of The Game dari IFAB di Super League 2026/2027. Pemain yang melakukan gestur tutup mulut saat melontarkan provokasi kini diancam sanksi kartu merah langsung dari wasit.
“Pemain yang menutup mulut sambil menyampaikan ujaran provokatif di pertandingan akan diberi kartu merah. Hal ini juga sudah diterapkan lebih dulu di Piala Dunia 2026," ujar Yoshimi Ogawa.”
— Super League
Kompetisi sepak bola profesional Indonesia di bawah naungan PSSI bersiap menerapkan aturan baru yang ketat bagi para pemain di lapangan. Regulasi teranyar ini mengharuskan wasit untuk memberikan sanksi kartu merah kepada pemain yang kedapatan melakukan gestur tutup mulut disertai ujaran provokatif.
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyatakan bahwa kebijakan ini mengikuti pembaruan Laws of The Game yang diresmikan oleh Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional atau IFAB. "Pemain yang menutup mulut sambil menyampaikan ujaran provokatif di pertandingan akan diberi kartu merah. Hal ini juga sudah diterapkan lebih dulu di Piala Dunia 2026," kata Ogawa dalam kegiatan Refereeing Workshop di Jakarta pada hari Kamis.
Kendati demikian, pihak Komite Wasit PSSI menjelaskan bahwa tidak semua tindakan menutup mulut akan serta-merta berbuah pengusiran dari lapangan hijau. Keputusan wasit akan mempertimbangkan konteks komunikasi, terutama jika gestur tersebut dilakukan dalam situasi percakapan antar-rekan yang bersahabat.
Penerapan aturan ini diharapkan dapat menjaga sportivitas serta mengurangi tindakan provokasi di atas lapangan selama bergulirnya musim kompetisi baru Super League 2026/2027 yang segera dimulai dalam waktu dekat.
Latar Belakang dan Pengecualian Aturan
Aturan mengenai gestur tutup mulut ini mulai menjadi sorotan global dan perbincangan luas di dunia sepak bola pada pertengahan tahun 2026. Korban pertama dari penerapan aturan ketat ini adalah pemain asal Paraguay, Miguel Almiron, saat bertanding menghadapi Turki di ajang Piala Dunia 2026.
Kasus serupa juga menimpa pemain Ekuador, Piero Hincapie, ketika membela negaranya melawan Meksiko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pengalaman dari turnamen internasional tersebut kini diadopsi ke dalam kompetisi domestik sepak bola Indonesia.
Meskipun sanksi kartu merah siap diacungkan, Ogawa menegaskan bahwa gestur tutup mulut dalam konteks dialog pertemanan tetap diperbolehkan oleh pengawas pertandingan. "Contohnya ketika dalam pertandingan internasional, ada dua pemain berasal dari klub sama tapi membela negara berbeda. Biasanya mereka berbicara satu sama lain dengan mulut ditutup oleh tangan. Dalam konteks dialog pertemanan, gestur tersebut dibolehkan," ujar Ogawa.
Kebijakan ini dirancang secara cermat agar wasit mampu membedakan dengan objektif antara gestur komunikasi sportif dan tindakan provokasi verbal yang melanggar regulasi fair play di lapangan.
Read Also
Burnley Berada dalam Pembicaraan untuk Merekrut Penyerang Bebas Transfer Rabbi Matondo
Klub Championship, Burnley, dilaporkan sedang melakukan pembicaraan untuk...
Sergej Jakirovic Puas dengan Awal Musim Hull City di Liga Inggris
Hull City mengawali kembalinya mereka ke Premier League dengan hasil...
Teknologi Bola Baru La Liga Gagalkan Gol Penyeimbang Real Madrid Kontra Real Betis
Real Madrid harus menelan kekecewaan setelah gol penyeimbang akhir dari...
Inter Milan Pantau Talenta Muda Cagliari Paul Mendy dan Alessandro Romano
Inter Milan mengirimkan pemandu bakat untuk memantau dua talenta muda...
Pembaruan Regulasi Lain dan Jadwal Kompetisi
Selain gestur tutup mulut, terdapat sejumlah pembaharuan penting lain dalam Laws of The Game yang diterapkan pada musim kompetisi Liga Indonesia tahun ini. Beberapa aturan baru tersebut mencakup batas waktu 10 detik bagi pemain untuk meninggalkan lapangan saat diganti, serta durasi ketat untuk situasi bola mati.
Peraturan tambahan meliputi batasan waktu lima detik untuk melakukan lemparan ke dalam dan delapan detik bagi penjaga gawang dalam memegang bola saat situasi permainan terbuka atau open play. Seluruh aturan ini bertujuan untuk mempercepat tempo pertandingan dan meminimalisir waktu terbuang.
Jadwal kompetisi Super League 2026/2027 sendiri dijadwalkan mulai bergulir pada hari Jumat dengan mempertemukan Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC pada pukul 15.30 WIB. Sementara itu, kompetisi tingkat Championship 2026/2027 baru akan dilangsungkan pada minggu berikutnya mulai Jumat tanggal 11 September.
Pihak penyelenggara liga berharap sosialisasi aturan baru yang intensif ini dapat dipahami dengan baik oleh seluruh klub, pemain, maupun perangkat pertandingan demi terciptanya kompetisi yang adil dan profesional.