Peluang atau odds pemecatan Roberto De Zerbi sebagai manajer Tottenham Hotspur mengalami penurunan drastis menyusul awal musim 2026-27 yang buruk tanpa kemenangan satupun.
“De Zerbi bisa dipecat pada bulan November jika hasil pertandingan tidak segera membaik," ujar Keith Wyness.”
— Roberto De Zerbi
Roberto De Zerbi mendapati peluang atau odds dirinya dipecat dari kursi kepelatihan Tottenham Hotspur mengalami penurunan secara drastis dalam bursa taruhan Liga Inggris. Pelatih asal Italia tersebut kini berada di bawah tekanan besar setelah gagal mempersembahkan kemenangan maupun gol awal musim ini.
Manajer berusia 47 tahun itu harus menghadapi situasi pelik di klub London Utara setelah menjalani awal kampanye Liga Inggris 2026-27 yang sangat buruk. Padahal, pihak klub telah menggelontorkan dana lebih dari 300 juta poundsterling untuk belanja pemain pada bursa transfer musim panas.
Salah satu bandar taruhan terkemuka di Inggris kini memangkas odds pemecatan De Zerbi menjadi 11/4. "Kondisi ini menempatkan sang manajer sebagai kandidat terfavorit kedua untuk meninggalkan jabatannya di Premier League," ujar pengamat sepak bola.
Situasi semakin memanas setelah mantan CEO Everton, Keith Wyness, memberikan pernyataan eksklusif kepada media mengenai masa depan sang pelatih. Tekanan kini semakin menumpuk menjelang laga-laga krusial berikutnya di kompetisi domestik.
Awal Musim Buruk dan Tekanan Finansial di Spurs
Performa buruk Tottenham Hotspur di awal musim memicu gelombang kritik tajam dari para suporter dan pengamat sepak bola. Meskipun mewarisi skuad yang kurang kompetitif sebelumnya, De Zerbi telah diberikan dana melimpah untuk merombak lini demi lini di dalam tim.
Setelah melakoni tiga pertandingan awal, penampilan Spurs dinilai tidak menunjukkan peningkatan berarti meskipun memiliki jadwal pembuka yang relatif menguntungkan. Kegagalan mencetak gol menjadi salah satu sorotan utama atas mandeknya lini serang klub.
Pertandingan menghadapi Everton kini berada di depan mata dan menjadi penentu nasib sang pelatih di London Utara. Kemenangan menjadi harga mati bagi skuad asuhannya guna meredakan ketegangan yang kian memuncak.
Jika Tottenham harus memasuki jeda internasional tanpa mengantongi satu pun kemenangan di Liga Inggris, manajemen klub disinyalir tidak akan ragu mengambil tindakan tegas. Masa depan De Zerbi di klub pun berada di ujung tanduk.
Read Also
Juventus Coret Khephren Thuram dan Arkadiusz Milik dari Skuad Serie A
Juventus mengambil keputusan mengejutkan dengan tidak memasukkan nama...
Everton Lakukan Tiga Rekrutan Musim Panas Terbaik Menurut Pakar Transfer
Everton disebut berhasil melakukan tiga langkah transfer musim panas yang...
Kesepakatan Sponsor Baru Chelsea dengan Circle Hanya Berdurasi Satu Tahun Dikhawatirkan Pakar
Chelsea mengumumkan kemitraan utama dengan perusahaan kripto Circle melalui...
Stefan Borson Menilai Amanda Staveley Berpeluang Alihkan Minat ke Everton
Mantan penasihat keuangan Manchester City, Stefan Borson, meyakini Amanda...
Persaingan Ketat Bursa Pemecatan Manajer Liga Inggris
Selain De Zerbi, bursa manajer yang terancam dipecat di Liga Inggris juga melibatkan sejumlah nama juru taktik lain. Bos Fulham, Alvaro Arbeloa, saat ini menduduki posisi teratas sebagai manajer yang paling difavoritkan untuk kehilangan pekerjaannya.
Unai Emery dari Aston Villa turut masuk dalam daftar tekanan menyusul kepergian sejumlah pemain bintang pada bursa transfer musim panas lalu. Situasi ini menunjukkan ketatnya persaingan serta tingginya ekspektasi klub-klub kasta tertinggi.
Nama-nama lain seperti Gary O’Neill di Ipswich Town dan Oliver Glasner di Nottingham Forest turut masuk dalam radar bursa potensial juru taktik yang bakal didepak. Para klub penantang dituntut segera berbenah demi mengamankan posisi masing-masing.
Peluang tidak ada satupun manajer yang kehilangan posisinya di Liga Inggris musim ini dinilai sangat kecil berdasarkan kalkulasi bursa taruhan. Dinamika pergantian kursi pelatih diprediksi bakal terus berlangsung sengit seiring perjalanan kompetisi.