Roberto De Zerbi berada di bawah tekanan besar dan terancam dipecat oleh Tottenham Hotspur pada pertengahan November jika gagal memperbaiki performa tim setelah awal musim yang buruk.
“The fact they haven’t scored goals is the issue we should be looking at with that sort of expenditure," ujar Keith Wyness.”
— Roberto De Zerbi
Roberto De Zerbi menghadapi ancaman pemecatan dari kursi kepelatihan Tottenham Hotspur pada pertengahan November mendatang jika klub gagal mendulang poin positif. Tekanan ini muncul menyusul awal musim yang mengecewakan di ajang Liga Inggris tanpa satu pun gol tercipta dari tiga laga perdana.
Mantan kepala eksekutif Everton, Keith Wyness, mengungkapkan secara eksklusif bahwa sang juru taktik asal Italia tersebut akan diberikan waktu sekitar dua bulan untuk membalikkan keadaan di London Utara. Manajemen klub tentu menuntut hasil instan mengingat besarnya dana belanja pemain yang dikeluarkan pada bursa transfer musim panas lalu.
Keith Wyness menyatakan, "The fact they haven’t scored goals is the issue we should be looking at with that sort of expenditure," dalam wawancara terbarunya mengenai situasi sulit yang tengah dihadapi Tottenham. Masalah lini serang menjadi sorotan utama setelah pengeluaran fantastis lebih dari 300 juta poundsterling.
Dewan klub diperkirakan akan mempertahankan De Zerbi setidaknya hingga jeda internasional kedua bulan November. Kendati demikian, keputusan akhir terkait masa depannya akan sangat bergantung pada hasil pertandingan dalam beberapa pekan ke depan.
Tekanan Finansial dan Tantangan di Laga Akhir Pekan
Klub menghabiskan dana masif di musim panas untuk memperkuat berbagai lini skuad asuhan De Zerbi, sehingga ekspektasi publik dan manajemen berada di level yang sangat tinggi. Kegagalan mencetak gol membuat narasi negatif mulai mengarah kepada sang manajer yang dianggap bertanggung jawab atas arah kebijakan transfer.
Tekanan diprediksi akan semakin memuncak akhir pekan ini ketika Tottenham menjamu Everton di kandang sendiri. Keriuhan suporter dikhawatirkan bakal kembali memanas apabila tim tamu mampu mencetak gol terlebih dahulu dalam pertandingan tersebut.
Klub harus segera menemukan solusi taktik untuk mengatasi kemandulan lini depan agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan ketat Liga Inggris musim ini. Jeda internasional pada bulan November akan menjadi momen evaluasi krusial bagi jajaran direksi klub.
Keith Wyness menambahkan bahwa jika performa tim tidak kunjung menunjukkan perbaikan signifikan hingga pertengahan bulan tersebut, desakan untuk melakukan pergantian manajer tidak akan terelakkan lagi.
Read Also
Evaluasi Bursa Transfer AS Roma: Sukses Pertahankan Pemain Kunci dan Tantangan Lini Depan
AS Roma menyelesaikan bursa transfer terpenting dalam beberapa tahun...
Arsenal Hadapi Sunderland di Premier League demi Lanjutkan Tren Positif
Arsenal bersiap menghadapi Sunderland di Stadium of Light dalam lanjutan...
Jake O Brien Hampir Gabung Crystal Palace Senilai 24 Juta Poundsterling Sebelum Transfer Batal
Bek Everton Jake O'Brien hampir bergabung dengan Crystal Palace senilai 24...
Data Pembukaan Liga Champions 2026-27 Tunjukkan Dominasi Klub Inggris
Pekan pembukaan Liga Champions 2026-27 memperlihatkan dominasi absolut dari...
Situasi Rumit Richarlison dan Masa Depan Klub
Ketidaktajaman lini serang Tottenham semakin memperkeruh situasi seputar penyerang asal Brasil, Richarlison, yang tidak masuk dalam skuad Liga Inggris musim ini. Pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak klub musim lalu tersebut bersitegang dengan sang manajer setelah gagal mewujudkan kepindahan di musim panas.
De Zerbi mengklaim bahwa sang pemain telah meminta untuk hengkang sejak awal bursa transfer, namun negosiasi kepindahannya ke klub lain menemui jalan buntu. Hubungan keduanya dikabarkan telah retak secara permanen tanpa adanya indikasi rekonsiliasi dalam waktu dekat.
Sumber internal mengonfirmasi bahwa Richarlison tidak akan disambut kembali ke dalam skuad utama selama De Zerbi masih memegang kendali kepelatihan di klub London Utara tersebut. Keputusan ini menambah daftar panjang polemik internal yang harus diselesaikan oleh manajemen klub.
Tottenham mencatatkan berbagai catatan statistik penyerangan yang kurang memuaskan dalam tiga pertandingan awal musim ini, menuntut perombakan strategi yang mendesak dari staf pelatih.