Kejurkab Bridge Sleman 2026, Langkah Awal Menjaring Atlet Menuju Porda DIY 2027
- Pengkab Gabsi Sleman sukses menggelar Kejurkab Bridge 2026 sebagai bagian dari program pembinaan berkesinambungan.
- Para pemenang dalam kejuaraan ini akan didelegasikan untuk mewakili Kabupaten Sleman pada ajang Kejurda DIY 2026 di Bantul.
- Ajang ini juga menjadi instrumen awal penyeleksian atlet potensial untuk masuk ke dalam Pelatkab tahap pertama Porda DIY 2027.
Pengurus Kabupaten Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Pengkab Gabsi) Sleman sukses menyelenggarakan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bridge 2026. Langkah taktis ini diambil sebagai komitmen nyata dalam pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet bridge berbakat dari wilayah tersebut. Ajang berskala kabupaten ini sengaja diproyeksikan sebagai fondasi awal guna membentuk skuat tangguh menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027 mendatang.
Kompetisi adu strategi kartu ini berlangsung dinamis selama dua hari penuh, yakni pada 11-12 Juli 2026 dengan pembagian lokasi yang strategis. Pada hari pertama, kategori minibridge tingkat sekolah dasar digelar di SD Margorejo untuk menyasar bibit muda potensial. Sementara itu, hari kedua difokuskan bagi kategori junior serta kategori umum yang bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sleman.
Ketua II Pengkab Gabsi Sleman, Imam Prihanto, menegaskan bahwa Kejurkab tahun ini memegang peranan krusial sebagai pintu masuk seleksi tingkat daerah. Para pemenang dalam kejuaraan tingkat kabupaten ini dipastikan mendapat tiket emas untuk mewakili Sleman dalam perhelatan Kejuaraan Daerah (Kejurda) DIY yang digelar di Bantul pada 26–27 Juli 2026. 'Nanti yang juara akan dikirim mengikuti Kejurda DIY di Bantul. Dari atlet yang tampil di Kejurda itu juga akan kami seleksi untuk masuk pemusatan latihan kabupaten (Pelatkab) Porda 2027 tahap pertama periode Juli hingga Desember 2026,' ujar Imam saat memberikan keterangan resmi.
Manajemen organisasi menekankan pentingnya pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan agar dominasi Sleman tetap terjaga dengan baik. Imam merefleksi hasil Porda 2025 di Gunungkidul ketika kontingen Sleman sempat menelan pil pahit dan mengakui keunggulan tuan rumah pada kelompok umur. Kendati demikian, performa luar biasa pada kategori umum berhasil menyelamatkan muka wilayah tersebut sekaligus mengantarkan Sleman keluar sebagai juara umum cabor bridge.
Tingginya partisipasi peserta dalam Kejurkab kali ini memicu optimisme besar bagi jajaran pengurus terhadap masa depan olahraga ini. Tercatat sebanyak 24 pasangan atlet berlaga di kategori minibridge tingkat SD dan 16 pasangan bertarung ketat pada kategori umum. 'Kami bersyukur animo atlet mengikuti Kejurkab sangat baik. Hal ini menunjukkan pembinaan bridge di Sleman terus berkembang dan semakin banyak atlet yang siap bersaing di level yang lebih tinggi,' tutur Imam dengan nada puas.