Remaja Hilang Terseret Ombak di Pantai Muaro Putuih Agam, Tim SAR Dikerahkan
- Seorang remaja berusia 14 tahun bernama Berkat Saputra Lavau dilaporkan hilang akibat terseret ombak di Pantai Muaro Putuih, Agam.
- Peristiwa naas tersebut terjadi saat korban sedang mandi-mandi bersama sejumlah temannya di pinggir pantai.
- Tim Rescue Unit Siaga SAR Agam telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian intensif bersama warga.
Kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan pesisir Sumatra Barat. Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun dilaporkan hilang setelah diduga kuat terseret ombak besar saat sedang mandi di Pantai Muaro Putuih, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu siang dan langsung memicu kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga dan warga sekitar.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui bernama Berkat Saputra Lavau, yang merupakan warga setempat. Informasi mengenai musibah ini pertama kali diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang dari pihak BPBD Agam sekitar pukul 12.55 WIB. Menurut kronologi awal, korban terseret arus yang tiba-tiba menguat saat asyik berenang bersama sejumlah rekannya sekitar pukul 11.43 WIB.
Melihat korban yang tenggelam dan hilang dari pandangan, rekan-rekan korban langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar jeritan tersebut segera berhamburan ke tepi pantai dan melakukan upaya pencarian mandiri secara tradisional. Namun, karena keterbatasan alat dan luasnya area perairan, keberadaan remaja malang tersebut masih belum berhasil diidentifikasi hingga bantuan dari otoritas terkait tiba.
"Korban dilaporkan terseret ombak saat mandi bersama teman-temannya. Warga setempat telah melakukan pencarian awal, namun hingga informasi diterima korban masih belum ditemukan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, saat memberikan konfirmasi mengenai jalannya insiden tersebut.
Guna memaksimalkan upaya penyelamatan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Agam langsung diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 28 kilometer dari posko utama. Sebanyak lima personel rescue terlatih diterjunkan dengan dibekali berbagai peralatan penyelamatan air mutakhir, termasuk perahu karet jenis Landing Craft Rubber (LCR), perlengkapan medis darurat, serta perangkat komunikasi portabel guna memantau perkembangan di lapangan secara berkala.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Agam serta elemen masyarakat setempat demi mempercepat proses penemuan korban. "Tim Rescue telah diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur terkait. Seluruh upaya akan dilakukan agar korban dapat segera ditemukan," tegasnya saat dimintai keterangan terpisah mengenai kendala di lapangan.
Meskipun kondisi cuaca di sekitar Pantai Muaro Putuih dilaporkan cukup bersahabat dengan kondisi berawan, Basarnas tetap mengeluarkan imbauan keras kepada para wisatawan dan masyarakat lokal. Pihaknya meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan tidak memaksakan diri berenang terlalu jauh ke tengah laut, terutama mengingat karakteristik ombak pantai barat Sumatra yang kerap berubah secara ekstrem tanpa diduga.