Indeks Inovasi Tanah Datar Terus Turun, Wabup Ahmad Fadly Tegur Keras 8 OPD
- Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mendesak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat inovasi guna meningkatkan kinerja tata kelola pemerintahan.
- Baperlitbang mencatat indeks inovasi Kabupaten Tanah Datar terus merosot selama tiga tahun berturut-turut hingga menyentuh angka 43,17 pada tahun 2025.
- Penurunan performa ini disebabkan oleh adanya delapan perangkat daerah yang lalai dan sama sekali tidak menyampaikan laporan inovasi kepada pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus melahirkan terobosan baru guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah strategis ini ditegaskan kembali dalam Rapat Koordinasi Inovasi Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati setempat. Pemerintah daerah menilai inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban mutlak dalam menyelenggarakan roda pemerintahan yang modern.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyatakan bahwa penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) harus menjadi fondasi utama demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan produktif. Dirinya meminta setiap pimpinan instansi untuk tidak main-main dalam merumuskan program kerja tahunan. Terlebih, komitmen ini sebenarnya sudah diikat secara resmi lewat dokumen perjanjian kinerja sejak beberapa tahun lalu.
"Saya berharap seluruh perangkat daerah berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk melahirkan ide dan gagasan inovatif. Keberhasilan inovasi nantinya tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilahirkan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat," tegas Ahmad Fadly di hadapan para kepala instansi.
Wabup juga menyoroti kebiasaan buruk sejumlah aparatur sipil negara yang kerap menunda-nunda proses administrasi pelaporan hingga tenggat waktu terakhir. Penundaan tersebut dinilai sangat mengganggu penilaian performa daerah di tingkat nasional. Fadly meminta agar penginputan data pendukung ke portal sistem informasi dilakukan secara disiplin dan terstruktur.
"Ke depan saya tegaskan kepada seluruh perangkat daerah agar menyampaikan inovasi dengan dokumen yang lengkap. Jangan menunggu hingga batas akhir untuk menginput data melalui portal yang telah disediakan. Laksanakan sesuai komitmen yang telah kita sepakati bersama," tambah Ahmad Fadly.
Keresahan pemerintah daerah ini bukan tanpa alasan. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Baperlitbang) Tanah Datar, Adriyanti Rustam, membeberkan fakta bahwa indeks inovasi daerah tersebut konsisten mengalami tren penurunan sejak 2023 yang berada di angka 46,44, lalu merosot ke angka 45,95 pada 2024, hingga akhirnya terpuruk di level 43,17 pada tahun 2025.
"Ada sejumlah penyebabnya. Salah satu penyebab menurunnya indeks inovasi tersebut adalah masih adanya delapan perangkat daerah yang tidak menyampaikan laporan inovasi," ungkap Adriyanti secara blak-blakan. Guna mengejar ketertinggalan tersebut, koordinasi ini juga menghadirkan Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat, Febrina Tri Susila Putri, untuk memberikan asistensi taktis terkait penguatan budaya kerja inovatif.