Mantan wasit Liga Inggris Mike Dean membuat pengakuan mengejutkan bahwa ia sering memainkan game rahasia saat memimpin pertandingan, termasuk menahan diri tidak meniup peluit hingga 20 menit lamanya.
“"Right, we'll kick off now, right? See how long we can go without blowing a whistle," ujar Mike Dean.”
— Mike Dean
Mantan wasit kontroversial Liga Inggris, Mike Dean, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai masa lalunya di lapangan hijau. Ia mengaku kerap memainkan game rahasia saat memimpin pertandingan, seperti menguji seberapa lama ia bisa bertahan tanpa meniup peluit.
Saat tampil di podcast Jamie Vardy's Having a Party, Dean mengklaim bahwa ia pernah tidak meniup peluit selama lebih dari 20 menit dalam sebuah pertandingan Premier League. "Right, we'll kick off now, right? See how long we can go without blowing a whistle," ujar Mike Dean menceritakan kebiasaan lamanya tersebut.
Dean, yang memimpin 553 pertandingan Premier League antara tahun 2000 dan 2022, menganggap aksi tersebut sebagai lelucon semata. Namun, pengakuan ini justru memicu kemarahan di media sosial dari para penggemar sepak bola yang merasa dirugikan.
Selain menahan tiupan peluit, Dean juga mengaku pernah berdiri di lingkaran tengah lapangan selama sekitar 15 menit tanpa beranjak demi memuaskan tantangan internal yang ia buat sendiri.
Pengakuan Kontroversial dan Reaksi Publik
Aksi-aksi unik yang dilakukan oleh Dean selama bertugas tentu mendatangkan berbagai pandangan di dunia sepak bola profesional. Pria berusia 61 tahun itu menjelaskan bahwa permainan tersebut dilakukan sebelum era VAR diterapkan di kompetisi sepak bola Inggris.
Tidak hanya soal peluit, Dean juga blak-blakan mengenai kebiasaannya saat menonton pertandingan Tranmere di tribun penonton. Ia mengaku sulit menahan diri untuk tidak memarahi wasit yang bertugas meskipun sudah tidak lagi aktif memimpin laga.
Pengakuan terbuka ini langsung mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan pemerhati sepak bola dan kelompok suporter. Pete Wood dari situs opini suporter Arsenal, Le Grove, menyebut budaya tersebut sebagai cerminan kegagalan tata kelola wasit yang memprihatinkan.
Organisasi badan wasit profesional Inggris, Pro Ref yang sebelumnya dikenal sebagai PGMOL, dilaporkan telah dimintai tanggapan resmi terkait klaim kontroversial yang disampaikan oleh sang mantan wasit.
Read Also
Media Vietnam Soroti Kekuatan Timnas Indonesia yang Diperkuat Pemain Diaspora di FIFA ASEAN Cup
Media Vietnam menyoroti kesiapan Timnas Indonesia yang akan menurunkan skuad...
Kontroversi Derby vs Birmingham City, Eks Pimpinan PGMOL Sebut Mohammed Fuseini Layak Dikartu Merah
Mantan pimpinan PGMOL Keith Hackett menyatakan bahwa penyerang Derby County...
Pelatih Pelatnas PBSI Solid Buru Medali Asian Games 2026 Tanpa Sebut Warna
Para pelatih di Pelatnas PBSI Cipayung kompak mengusung ambisi meraih medali...
Legenda Timnas Indonesia Bob Hippy Meninggal Dunia di Usia Senja
Sepak bola Indonesia berduka atas wafatnya Bob Hippy, mantan pemain Timnas...
Catatan Karier dan Hubungan dengan Manajer
Sepanjang kariernya yang panjang sejak tahun 1995 hingga pensiun, Dean tidak asing dengan berbagai kontroversi dan kritik dari para manajer klub. Salah satu momen paling terkenal adalah perselisihannya dengan mantan manajer Arsenal, Arsène Wenger, pada tahun 2017.
Arsène Wenger sempat melontarkan kritik keras dengan menyebut Dean tidak jujur usai pertandingan imbang melawan West Bromwich Albion. Akibat komentar tersebut, pelatih asal Prancis itu harus menerima sanksi larangan mendampingi tim sebanyak tiga pertandingan.
Kendati sering terlibat ketegangan di atas lapangan hijau, Dean kemudian mengakui bahwa Wenger merupakan salah satu manajer tersulit yang pernah ia temui. Di luar pertandingan, keduanya bahkan bisa saling menghormati dan akur dengan lebih baik.
Kini, setelah pengakuan terbarunya mengenai game rahasia di lapangan, nama Mike Dean kembali menjadi pusat perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola internasional.