Nekat Masuk Perut Bumi Maratua, Pengunjung Bakal Dibuat Takjub Surga Tersembunyi Goa Gumantung
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengajak para wisatawan untuk menjelajahi keindahan danau payau langka di dalam perut Goa Gumantung, Pulau Maratua.
- Destinasi ekowisata di kawasan Teluk Alulu ini menyuguhkan perpaduan eksotis antara tebing karst, stalaktit, stalagmit, dan danau jernih berwarna biru kehijauan.
- Kunjungan wisatawan dibatasi maksimal 70 orang per hari demi menjaga kelestarian ekosistem dan tata air di kawasan karst Maratua.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) gencar mempromosikan keajaiban alam tersembunyi yang berada di kawasan terluar wilayahnya. Kali ini, para wisatawan lokal maupun mancanegara diajak untuk menantang diri menjelajahi eksotisme danau payau di dalam perut kawasan karst Goa Gumantung. Destinasi yang terletak di Pulau Maratua, Kabupaten Berau ini diklaim menyajikan fenomena geologi yang sangat langka di dunia.
"Destinasi yang berada di Pulau Maratua ini menawarkan fenomena geologi langka, di mana pengunjung dapat menemukan sebuah danau payau jernih bernuansa biru kehijauan yang tersembunyi tepat di dalam perut gua," kata Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal di Samarinda. Keberadaan danau tersembunyi di dalam struktur batuan gamping ini menjadi daya tarik utama yang sulit ditemukan di destinasi tropis lainnya.
Kawasan ekowisata yang berlokasi di area Teluk Alulu tersebut menyuguhkan panorama visual yang begitu dramatis dan memanjakan mata. Wisatawan akan disambut tebing-tebing karst yang menjulang tinggi, bentangan formasi stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ribuan tahun, serta rimbunnya ekosistem hutan asri di sekeliling mulut gua. Lanskap alami ini menciptakan keheningan alami yang menenangkan bagi siapa saja yang berkunjung.
"Ruang gua yang sangat luas ini memungkinkan wisatawan untuk langsung berkeliling menyusuri aliran air payau yang tenang menggunakan perahu kayak kecil. Ini adalah pengalaman relaksasi ekologis yang sangat unik dan jarang ditemukan di pulau tropis lainnya," ujar Faisal. Untuk mencapai surga tersembunyi ini, pengunjung cukup menempuh perjalanan darat singkat dari dermaga utama Maratua, disusul *trekking* ringan melintasi jalan setapak berudara segar.
Pemerintah setempat menegaskan bahwa pengelolaan Goa Gumantung mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan membatasi jumlah kuota pengunjung maksimal 70 orang per hari. Skema pembatasan ini diterapkan ketat agar kelestarian tata air, vegetasi hutan, serta struktur karst tetap terjaga dari dampak *overtourism*. "Melalui pengemasan promosi wisata ekologi yang bertanggung jawab, pesona Goa Gumantung ini siap mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir Maratua," tutur Faisal.