Loading...

Modal Rp18 Juta Kini Cuan Rp625 Juta Koperasi Desa Jadi Mesin Ekonomi

Suasana aktivitas di Koperasi Desa Merah Putih Desa Panerusan Wetan Banjarnegara

Suasana aktivitas di Koperasi Desa Merah Putih Desa Panerusan Wetan Banjarnegara

Share:

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Panerusan Wetan, Banjarnegara, sukses mendongkrak ekonomi lokal. Berawal dari modal Rp18 juta, koperasi ini kini meraup keuntungan hingga Rp625 juta serta membantu para petani dan pelaku UMKM.

“Modal awal di 17 Agustus tahun lalu, itu sekitar Rp18 juta, sekarang sudah mendapatkan keuntungan hingga Rp625 juta," ujar Adi Wibowo.”

— Koperasi Desa Merah Putih

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendatangkan banyak manfaat nyata bagi warga Desa Panerusan Wetan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Berdasarkan informasi, hadirnya KDMP di desa tersebut terbukti turut membantu para petani serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjalankan aktivitas produktif mereka sehari-hari.

Masyarakat Desa Panerusan Wetan sendiri sebagian besar menggantungkan hidup sebagai petani, baik petani padi, jagung, maupun kopi. Wilayah yang berada di Kecamatan Susukan ini memiliki luas 2,99 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 3.215 jiwa yang kini mulai merasakan kemudahan berkat adanya koperasi.

Salah satu warga yang merasakan manfaat langsung adalah Suhardi, seorang petani padi setempat. "Sejak ada Koperasi Desa Merah Putih di Desa Panerusan Wetan, kami sangat terbantu, jadi kalau mau beli pupuk, enggak usah jauh-jauh lagi, harga juga lebih murah," kata Suhardi kepada CNBC Indonesia, Rabu (19/8/2026).

Sebelum kehadiran KDMP, para petani harus menempuh perjalanan cukup jauh ke Pasar Purwareja Klampok sejauh 5 kilometer dengan persyaratan yang rumit. Kini, ketersediaan pupuk dan gas elpiji di koperasi desa membuat operasional pertanian menjadi jauh lebih efisien dan terjangkau.

Dongkrak UMKM dan Potensi Pertanian Lokal

Tidak hanya petani padi, pelaku UMKM seperti Eko yang menjual produk kopi robusta juga merasakan peningkatan omzet yang signifikan. Penjualan kopinya yang semula hanya berkisar 3 hingga 5 kilogram per hari kini melonjak menjadi 7 kilogram per hari berkat dukungan jaringan koperasi.

Penghasilan harian Eko pun ikut terdongkrak naik dari sebelumnya sekitar Rp600.000 menjadi Rp1,5 juta per hari. Bahkan, produk kopi yang berasal dari para petani di kawasan Pegunungan Sitata tersebut sempat mendapat permintaan pengiriman hingga ke Australia.

Kecamatan Susukan memang dikenal memiliki potensi pertanian yang kuat dengan dukungan lahan subur dan curah hujan memadai. Komoditas unggulan di wilayah ini mencakup padi, sayuran, hortikultura, hingga tanaman perkebunan seperti kopi yang menjadi penopang utama ekonomi lokal.

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banjarnegara mencatat bahwa komoditas kopi mendominasi tanaman perkebunan dengan jumlah mencapai 3,92 juta pohon pada tahun 2023. Hal ini menempatkan Kecamatan Susukan sebagai salah satu sentra perkebunan kopi utama seluas 31,24 hektar.

Lonjakan Keuntungan dan Peran Strategis Pemerintah

Kepala KDMP Desa Panerusan Wetan, Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa koperasi ini mencatatkan perkembangan finansial yang luar biasa dalam kurun waktu satu tahun. Berbekal modal awal sebesar Rp18 juta saat didirikan pada 17 Agustus 2025, koperasi ini meraup keuntungan hingga Rp625 juta.

Jumlah anggota aktif KDMP Desa Panerusan Wetan juga mengalami peningkatan pesat dari sebelumnya 314 orang kini menjadi 525 anggota. Kepercayaan masyarakat yang terus terjaga membuat koperasi ini semakin kokoh sebagai pusat aktivitas ekonomi kerakyatan di pedesaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, menyatakan bahwa koperasi memiliki nilai strategis ganda dalam menghidupkan kembali nilai gotong royong serta menggerakkan roda perekonomian desa. Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar penjualan.

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih terbukti tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, melainkan penggerak rantai pasok dari produksi hingga pemasaran ekspor. Kontribusi sektor pertanian yang mencapai lebih dari 27 persen terhadap PDB Banjarnegara diharapkan semakin diperkuat melalui inovasi koperasi ke depan.

Leave a Comment