Gelandang Newcastle United, Joe Willock, menuai kecaman keras dari para suporter menyusul performa buruknya saat bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth. Penampilannya yang minim kontribusi kreatif membuat pendukung mempertanyakan keputusan klub yang tidak menjualnya di bursa transfer musim panas lalu.
“Should have took that £15m for Willock," ujar salah satu suporter Newcastle United di media sosial.”
— Joe Willock
Newcastle United berhasil mempertahankan catatan tak terkalahkan di awal kampanye 2026-2027 setelah mengamankan hasil imbang 2-2 yang dramatis melawan Bournemouth di Stadion St James' Park pada hari Sabtu. Gol penyeimbang di pengujung laga dari Jacob Ramsey sukses menyelamatkan skuad asuhan Matthias Jaissle dari kekalahan di kandang sendiri.
Kendati selamat dari kekalahan, sejumlah pemain gagal memenuhi standar performa yang diharapkan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk gelandang serang Joe Willock. Pemain berusia 27 tahun tersebut bahkan harus ditarik keluar lapangan saat pertandingan baru berjalan sedikit lebih dari satu jam.
Sebelum laga ini, Willock sebenarnya sempat mengamankan tempatnya di susunan pemain utama berkat awal musim yang solid. Namun, ketika menghadapi Bournemouth, ia gagal memberikan ancaman berarti ke lini pertahanan lawan secara konsisten.
Kini, para suporter Newcastle mulai mempertanyakan alasan manajemen klub yang memilih mempertahankan sang pemain dan tidak melepasnya pada jendela transfer musim panas lalu.
Sorotan Bursa Transfer dan Reaksi Keras Pendukung
Sebelum bursa transfer ditutup, Joe Willock sempat santer dikaitkan dengan kepindahan ke klub Turki, Besiktas, yang dikabarkan telah melayangkan tawaran resmi untuk sang gelandang. Kendati demikian, Newcastle memilih untuk menahan pemainnya tersebut dengan harapan bisa menjadi bagian penting skuad untuk musim 2026-2027.
Keputusan manajemen mempertahankan Willock menuai tanda tanya besar dari para pendukung, terutama mengingat kritik yang sering ia terima terkait penampilannya sepanjang musim lalu. Gelombang kekecewaan kembali tumpah di platform media sosial X usai pertandingan kontra Bournemouth berakhir.
Banyak suporter yang menyayangkan kegagalan klub melepas pemain tersebut saat ada tawaran menggiurkan datang di musim panas lalu. Mereka menilai kualitas permainan sang gelandang sudah tidak lagi memenuhi standar yang dibutuhkan untuk bersaing di level utama.
Situasi ini memberikan tekanan tambahan bagi sang pemain untuk segera membuktikan kapasitasnya atau harus rela kehilangan tempat di skuad utama di bawah asuhan pelatih Matthias Jaissle.
Read Also
Manchester United Menyesal Gagal Rekrut Bintang Manchester City Rayan Ait-Nouri
Kegagalan Manchester United mendatangkan Rayan Ait-Nouri pada hari penutupan...
Ronald Araujo Beri Isyarat Kepindahan Permanen ke Liverpool Usai Awal Cemerlang
Bek Barcelona yang sedang dipinjamkan ke Liverpool, Ronald Araujo,...
Cole Palmer dan Morgan Rogers Bawa Chelsea Menang Dramatis Atas Leeds United
Chelsea sukses membalikkan keadaan secara dramatis saat melawan Leeds United...
Cody Gakpo Disebut Tetap Bahagia di Liverpool Meski Gagal Pindah ke Manchester City
Cody Gakpo dilaporkan tetap bahagia bertahan di Liverpool meskipun gagal...
Statistik Pertandingan dan Masa Depan di Skuad Utama
Penampilan di bawah standar yang ditunjukkan oleh Willock saat melawan Bournemouth didukung oleh data statistik pertandingan yang mengecewakan dari Fotmob pada 5 September. Tercatat ia memang menyelesaikan 89 persen operan, namun sama sekali gagal menciptakan peluang bersih bagi rekan setimnya.
Selain itu, sang gelandang hanya mencatatkan nilai expected assists (xA) sebesar 0.01, melepaskan satu tembakan yang melenceng, membuang satu peluang emas, serta hanya mencatatkan dua kali sentuhan di area kotak penalti lawan. Kurangnya daya gedor kreatif dari lini tengah turut andil atas kesulitan awal Newcastle merobek jangkauan pertahanan Bournemouth.
Masa depan posisi Willock di starting XI kini berada di ujung tanduk menjelang persiapan tim menghadapi Millwall dalam ajang Carabao Cup pekan depan. Sang pelatih tentu harus mempertimbangkan ulang komposisi terbaik untuk menjaga momentum positif tim di kompetisi domestik.
Pemain berusia 27 tahun tersebut wajib menunjukkan peningkatan performa secara drastis pada kesempatan berikutnya jika tidak ingin tersingkir dari rencana utama tim untuk sisa musim ini.