Loading...

VAR Dinilai Tepat Sahkan Gol Bournemouth Kontra Newcastle United

Ilustrasi pertandingan sepak bola Premier League antara Newcastle United dan Bournemouth

Ilustrasi pertandingan sepak bola Premier League antara Newcastle United dan Bournemouth

Share:

Mantan kepala wasit PGMOL Keith Hackett menegaskan bahwa VAR tidak membuat kesalahan ketika mengesahkan gol pembuka Bournemouth dalam hasil imbang 2-2 melawan Newcastle United. Menurutnya, insiden tersebut merupakan murni keputusan wasit di lapangan.

“The reality here is that both players are holding onto each other. That is why the referee did not intervene," ujar Keith Hackett.”

— Keith Hackett

Keputusan Video Assistant Referee (VAR) untuk tidak mengintervensi wasit Rob Jones agar menganulir gol pembuka Marcus Tavernier dalam laga imbang 2-2 antara Bournemouth dan Newcastle United menuai sorotan. Pertandingan yang berlangsung sengit pada hari Sabtu tersebut diwarnai perdebatan panas mengenai insiden di awal terciptanya gol.

Protes keras datang dari kubu tuan rumah Newcastle United yang merasa dirugikan karena menganggap Anthony Elanga dilanggar oleh Adrien Truffert sebelum gol tercipta. Meskipun VAR sempat meninjau insiden tersebut, mereka memutuskan untuk tidak mengubah keputusan wasit utama, yang kemudian memicu kekecewaan besar bagi para pendukung tuan rumah.

Merespons kontroversi tersebut, mantan kepala PGMOL sekaligus eks wasit FIFA, Keith Hackett, memberikan penjelasan eksklusif kepada Football Insider mengenai alasan di balik keputusan VAR untuk tidak terlibat. "The reality here is that both players are holding onto each other. That is why the referee did not intervene," ujar Hackett terkait insiden perebutan bola tersebut.

Meskipun sempat tertinggal dua gol pada babak pertama akibat penampilan yang kurang memuaskan, Newcastle United akhirnya berhasil mengamankan satu poin berkat gol penyeimbang di pengujung laga dari Jacob Ramsey. Hasil ini membuat skuad asuhan Matthias Jaissle tetap mempertahankan catatan tak terkalahkan mereka musim ini.

Analisis Mendalam dari Mantan Kepala Wasit

Perdebatan utama dalam pertandingan ini berpusat pada duel fisik antara Anthony Elanga dan Adrien Truffert yang luput dari sanksi pelanggaran langsung oleh pengadil lapangan. Banyak pihak, khususnya dari kubu Newcastle, menilai bahwa pelanggaran tersebut seharusnya berbuah tendangan bebas bagi tim tuan rumah sebelum serangan berlanjut menjadi gol.

Menanggapi hal tersebut, Keith Hackett menganalisis bahwa wasit di lapangan melihat kedua pemain saling menarik baju atau menahan satu sama lain. Ia berpendapat bahwa wasit seharusnya bisa meniup peluit sejak pelanggaran pertama terjadi, namun wasit justru menilai pemain Newcastle sebagai pihak yang melakukan pelanggaran awal dan membiarkan permainan terus berjalan.

Hackett menambahkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama berdasarkan penilaian cepat di lapangan secara subjektif. Oleh karena itu, intervensi dari sistem VAR dinilai tidak diperlukan karena insiden tersebut dikategorikan sebagai murni keputusan penafsiran wasit atau judgement call.

Pandangan dari pakar perwasitan ini memperjelas bahwa protokol VAR telah dijalankan sesuai aturan yang berlaku ketika menghadapi situasi perebutan bola yang melibatkan kontak fisik ganda antara dua pemain yang saling berduel.

Statistik Pertandingan dan Tantangan Berikutnya

Jika melihat jalannya pertandingan secara keseluruhan melalui catatan statistik, Newcastle United bisa dikatakan cukup beruntung mampu menyelamatkan diri dari kekalahan di kandang sendiri. Sepanjang paruh pertama, permainan The Magpies dinilai sangat buruk dan rentan kebobolan lebih banyak gol sebelum akhirnya bangkit di babak kedua.

Berdasarkan data pertandingan, Newcastle mencatatkan 57 persen penguasaan bola dengan total delapan percobaan tembakan, di mana hanya dua yang mengarah tepat sasaran, satu peluang emas, serta nilai expected goals (xG) sebesar 0.66. Sebaliknya, Bournemouth tampil lebih dominan melalui 15 tembakan, lima tepat sasaran, dua peluang besar, dan 1.50 xG.

Kendati kalah secara statistik dari tim tamu, skuad asuhan Matthias Jaissle tentu tidak akan terlalu memusingkan angka-angka tersebut setelah sukses bangkit dari ketertinggalan dua gol. Keberhasilan menjaga rekor tak terkalahkan memberikan suntikan moral penting bagi para pemain jelang laga-laga berat berikutnya.

Perhatian Newcastle United kini beralih ke ajang Carabao Cup pekan depan, di mana mereka dijadwalkan akan menghadapi tantangan dari Millwall untuk menguji konsistensi performa skuad di kompetisi piala domestik.

Leave a Comment