Trump Klaim Kolam Lincoln Memorial Dikuras Akibat Vandalisme, Sebut Lapisan Disilet Thugs
- Presiden AS Donald Trump menyatakan Lincoln Memorial Reflecting Pool dikuras untuk memperbaiki kerusakan masif yang diklaim akibat ulah vandalis.
- Trump menuduh sekelompok penjahat melakukan sayatan sepanjang 300 yard pada lapisan dasar kolam yang baru saja direnovasi tersebut.
- Proyek renovasi landmark senilai lebih dari 14 juta dolar AS ini terus menuai polemik mulai dari masalah ganggang hingga tuntutan hukum perusakan properti.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kolam ikonik Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington DC telah dikuras pada hari Senin waktu setempat. Pengurasan ini dilakukan guna melakukan perbaikan darurat pada lapisan dasar kolam yang rusak. Dalam pernyataannya, Trump kembali menegaskan tudingannya bahwa cagar budaya tersebut telah menjadi sasaran aksi vandalisme berat oleh kelompok tertentu.
Melalui akun media sosial Truth Social, Trump meluapkan kekesalannya terhadap kerusakan yang terjadi pada landmark Amerika Serikat tersebut. "Kami menguras Reflecting Pool yang indah hari ini untuk memperbaiki bekas luka dan kerusakan yang dilakukan oleh para Vandalis dua minggu lalu," tulis Trump pada Senin malam. Ia menambahkan bahwa kerusakan tersebut sangat masif dengan sayatan yang sengaja dibuat di dasar kolam oleh orang-orang yang ia sebut sebagai bajingan.
Klaim Trump mengenai skala kerusakan ini terus berubah dan melonjak secara signifikan dari pernyataan-pernyataan sebelumnya. Kali ini, Trump menyebut sayatan pada lapisan pelindung air itu mencapai panjang 300 yard atau sekitar 274 meter, di mana lantai kolam disayat lalu ditarik ke atas dengan kekuatan besar. Sebelumnya, ia hanya menyebutkan luka sayatan sepanjang 250 kaki, yang kemudian berubah lagi menjadi rentetan sayatan sepanjang 350 kaki.
Di sisi lain, laporan investigasi lapangan oleh tim jurnalis CNN menunjukkan situasi yang sedikit berbeda di lokasi kejadian. Berdasarkan pengamatan, air kolam memang sebagian besar telah surut dan memperlihatkan sedimen kering, alga, serta beberapa puing di atas permukaan yang seharusnya berwarna biru bendera Amerika. Namun, tim liputan tidak melihat adanya tanda-tanda sayatan panjang yang jelas pada lapisan kolam, meskipun akses mereka terbatas oleh pagar pengaman di sekitar area proyek.
Polemik proyek renovasi senilai lebih dari 14 juta dolar AS ini memang terus memanas sejak digulirkan pada April lalu karena masalah teknis seperti cat mengelupas dan ledakan pertumbuhan ganggang hijau. Sejauh ini, otoritas hukum Amerika Serikat telah mendakwa setidaknya tiga orang atas tuduhan pengrusakan properti karena diduga mencopot paksa lapisan cat biru dari kolam tersebut. Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum menegaskan bahwa pemerintah mengantongi bukti foto kuat terkait kerusakan tersebut, meskipun ia enggan merinci apakah foto itu merekam langsung para pelaku saat beraksi.