Tragedi Kebakaran Bar di Bangkok, 33 Orang Tewas Termasuk 4 Anggota Band Totsakan
- Kebakaran hebat di bar Rong Beer Na Ladprao di Bangkok, Thailand, merenggut sedikitnya 33 korban jiwa.
- Empat dari enam personel inti band lokal Totsakan yang tengah tampil di panggung turut menjadi korban tewas.
- Penyelidikan kepolisian kini berfokus pada kelayakan izin bangunan, bahan peredam suara yang mudah terbakar, dan akses pintu darurat.
Tragedi memilukan melanda dunia hiburan malam di Bangkok, Thailand, setelah kebakaran besar menghanguskan bar musik Rong Beer Na Ladprao di wilayah utara kota tersebut. Insiden yang terjadi pada Minggu malam itu dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 33 orang dan melukai puluhan pengunjung lainnya. Nahas, empat dari enam anggota inti grup band Totsakan yang sedang tampil di atas panggung saat api berkobar dikonfirmasi ikut tewas dalam bencana ini.
Keempat anggota band yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai Nahatai Sajjalert (vokalis perempuan), Preutthipong Pudmon (pemain keyboard), Nattapat Thamnita (pemain drum), serta Thitiwat Kaewkanha (vokalis pria). Kabar duka ini menyisakan kesedihan mendalam bagi industri musik lokal. "Jika saya bisa mewakilinya, saya pikir dia akan mengatakan bahwa dia tidak ingin melihat semua orang bersedih dan menangis," ungkap Chanyanuch Pudmon, saudara perempuan dari mendiang Preutthipong, saat mengambil jenazah di Institut Ilmu Forensik Bangkok.
Menurut keterangan dari Kepala Institut Forensik, Wiroon Supasingsiripreecha, mayoritas korban tewas akibat menghirup asap beracun yang tebal di dalam ruangan yang gelap gulita setelah aliran listrik padam secara mendadak. Atipat "Ice" Wijan, vokalis utama sekaligus pemimpin band Totsakan yang selamat, mengenakan kisah pilu saat mendapati kekasihnya, Nahatai, sudah tidak bernyawa meski tanpa luka bakar eksternal. "Dia sama sekali tidak terbakar, tubuhnya utuh dan tampak seperti sedang tertidur lelap," kenang Ice dengan nada lirih saat diwawancarai stasiun televisi setempat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan penyelidik dari kedaruratan Erawan tengah mendalami penyebab pasti kebakaran yang diduga kuat dipicu oleh korsleting pada panel listrik dekat panggung. Fokus penyelidikan juga diarahkan pada dugaan penggunaan busa peredam suara yang sangat mudah terbakar pada langit-langit gedung, serta ketersediaan pintu darurat yang dituding sempit dan terkunci. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa kepanikan massa yang berebut keluar di tengah kegelapan memperburuk situasi evakuasi.
Keluarga korban dan korban luka yang selamat kini mulai mendatangi kantor polisi setempat untuk memberikan kesaksian dan menuntut ganti rugi dari pemilik tempat hiburan tersebut. Keluhan mengenai lambatnya penanganan santunan mulai bermunculan karena sebagian besar korban berasal dari wilayah luar Bangkok yang membutuhkan biaya besar untuk pengurusan jenazah. Otoritas Bangkok berjanji akan menindak tegas pengelola bar jika terbukti melanggar aturan izin operasional serta standar keselamatan bangunan komersial.